Indeks Kospi Terjun 5,26 Persen
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, terjun 274,69 poin, atau sekitar 5,26 persen, pada Senin (2/2/2026), 4.949,67.
Volume perdagangan mencapi 568,8 juta saham senilai 32 triliun won atau sekitar US$21,9 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 795 berbanding 116.
Angka indeks tergelincir setelah Kevin Warsh digadang menjadi pimpinan Federal Reserve yang baru. Warsh dianggap sebagai figur hawkish, memicu terjadinya sentimen penghindaran aset berisiko.
“Penurunan tajam harga logam mulia memicu likuidasi dan margin call atas derivatif yang memegang logam mulia tersebut. Akibatnya terjadi likuidasi paksa aset-aset lain, karena para investor ingin menjaga margin mereka, yang selanjutnya memperparah pelemahan pasar saham,” jelas Lee Kyoung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 2,5 triliun won dan 2,2 triliun won, sedangkn investor ritel meraup saham senilai 4,6 triliun won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing terjun 6,29 persen dan 8,69 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan peruahaan biofarmasi Celltrion masing-masing anjlok 4,4 persen dan 3,33 persen, sedangkan saham perusahaan pertahanan Hanwha Aerospace turun 4,69 persen.
Saham perusahaan keuangan Hana Financial Group dan Meritz Financial Group masing-masing naik 3,2 persen dan 0,69 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 24,8 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.464,3 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 2,7 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 90,5 poin, atau sekitar 1,02 persen, menjadi 8.778,6. Bursa saham di Asia Tenggara mengalami pelemahan, termasuk juga di Indonesia. Bursa Malaysia tutup sehubungan berlangsungnya libur perayaan Thaipusam.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 102,2 poin, atau sekitar 2,48 persen, menjadi 4.015,75. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 611,54 poin, atau sekitar 2,23 persen, menjadi 26.775,57.

