Indeks Kospi Turun 0,61 Persen
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 16,37 poin, atau sekitar 0,61 persen, pada Selasa (3/9/2024), menjadi 2.664,63.
Volume perdagangan moderat mencapai 291 juta saham senilai 8,8 triliun won atau sekitar US$6,56 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 458 berbanding 416.
Angka indeks turun dipicu kehati-hatian para investor jelang dirilisnya data pekerjaan Amerika Serikat dan indeks manajer pembelian manufaktur.
“Pasar saham lokal sangat sensitif terhadap data pekerajaan AS,” kata Kim Seok-Hwan, analis Mirae Aset Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 287,5 miliar won dan 240,5 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 512,4 miliar won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 2,55 persen dan 3,28 persen. Saham perusahaan biofarmasi Celltrion turun 0,05 persen.
Saham perusahaan manufaktur baterai penyimpanan melemah 0,24 persen, saham Samsung SDS sebaliknya melonjak 1,97 persen.
Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing terjun 3,46 persen dan 3,68 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 3 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.341,44 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,5 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 6,7 poin, atau sekitar 0,09 persen, menjadi 8.103,2. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Filipina, Indonesia, dan Malaysia melemah, sedangkan Bursa Thailand, Singapura, dan Vietnam menguat.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 8,06 poin, atau sekitar 0,29 persen, menjadi 2.802,98. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melemah 40,43 poin, atau sekitar 0,23 persen, menjadi 17.651,49.

