ANALIS MARKET (18/4/2024) : IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (17/4), IHSG ditutup melemah 33,97 poin (-0,47%) ke level 7.130,84.

IHSG kembali melanjutkan pelemahan seiring berlanjutnya pelemahan nilai tukar Rupiah menjadi Rp16.215 (JISDOR) terhadap dollar AS.

Pelemahan Rupiah tidak lepas dari kuatnya dollar AS pasca pernyataan Jerome Powell yang mengungkapkan pentingnya mempertahankan suku bunga tinggi untuk memerangi inflasi ke 2%.

Di sisi lain, investor masih mengkhawatirkan perkembangan tensi geopolitik Timur Tengah yang sewaktu-waktu bisa saja memanaskan kembali.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-0,12%), S&P 500 (-0,58%), dan Nasdaq (- 1,15%).

Pelemahan tersebut tidak lepas dari investor yang masih menimbang laporan keuangan emiten terbaru dan nada hawkish dari para pejabat Federal Reserve.

Ketua Fed Powell mencatat bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga.

Saham-saham semikonduktor memimpin kerugian, karena ASML turun 7% disebabkan hasil laporan keuangan yang buruk, kemudian ARM dan Nvidia masing-masing turun 12% dan 3,8%.

Selain itu, Abbott turun 3% karena panduan Q2 yang lebih rendah mengimbangi penjualan yang kuat.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan seiring terus berlanjutnya net foreign sell di pasar saham domestik merespon eskalasi geopolitik Timur Tengah dan pelemahan nilai tukar Rupiah,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Kamis (18/4).