Bunga Deposito Topang Laba IPCC Tumbuh 18 Persen di Tahun 2023

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp190,85 miliar pada tahun 2023, atau tumbuh 18,01 persen dibanding tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp161,72 miliar pada tahun 2022.  

Seiring dengan itu, laba per saham dasar melompat ke level Rp104,96 per lembar pada akhir tahun 2023. Sedangkan di akhir tahun 2022 berada di level Rp88,94 per helai.

Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi melaporkan, pendapatan operasi sebesar Rp735,2 miliar pada tahun 2023.

Hasil itu meningkat 1,23 persen dibanding tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp726,57 miliar.

Rinciannya, layanan jasa terminal menyusut 0,14 persen secara tahunan menjadi Rp670,8 miliar pada tahun 2023.

Tapi pendapatan layanan jasa barang tumbuh 6,5 persen secara tahunan menjadi Rp40,953 miliar pada tahun 2023.

Bahkan, pendapatan pengusahaan tanah, bangunan, air dan listrik naik 73,2 persen secara tahunan menjadi Rp14,297 miliar.

Senada, pendapatan layanan rupa rupa usaha meningkat 3,7 persen secara tahunan menjadi Rp9,114 miliar.

Sayangnya, beban pokok pendapatan membengkak 7,6 persen secara tahunan menjadi Rp408,72 miliar pada tahun 2023.

Dampaknya, laba kotor menyusut 5,7 persen secara tahunan menjadi Rp326,47 miliar.

Menariknya, pendapatan keuangan naik 43,3 persen secara tahunan menjadi Rp38,036 miliar pada tahun 2023.

Penunjangnya, pendapatan bunga deposito berjangka naik 56,5 persen secara tahunan menjadi Rp36,3 miliar.  

Kian enteng, beban keuangan menyusut 20,6 persen secara tahunan menjadi Rp46,424 miliar.

Alhasil, laba sebelum pajak penghasilan terkerek 11,3 persen secara tahunan menjadi Rp236,82 miliar pada tahun 2023.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2023 telah audit anak usaha Pelindo itu, yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (27/3/2024).

Sementara itu, jumlah kewajiban berkurang 45,09 persen secara tahunan menjadi Rp565,44 miliar pada tahun 2023.

Pada sisi lain, total ekuitas bertambah 5,25 persen secara tahunan menjadi Rp1,222 triliun pada akhir tahun 2023.