Hoffmen Kembali Ajukan IPO Incar Dana Hingga Rp67 Miliar Untuk Bayar Gaji Karyawan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Hoffmen Cleanindo Tbk kembali mengajukan pernyataan efektif penerbitan saham perdana kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir Oktober 2022, setelah pernyataan efektif itu tidak kunjung diraih sampai batas waktunya pada pertengahan tahun lalu.

Terbaru, calon emiten penyalur tenaga kerja itu akan melakukan penawaran awal sebanyak 520 juta lembar saham baru dengan kisaran harga Rp115 hingga Rp130 per saham mulai tanggal 25 - 30 Januari 2023.

Sehingga nilai IPO ini berkisar Rp59 miliar hingga Rp67,7 miliar, atau lebih tinggi dari target raihan dana pada tahun lalu dalam kisaran Rp54,4 miliar hingga Rp56,1 miliar.

Mengutip prospektus IPO Hoffmen Cleanindo pada laman e-IPO, Rabu (25/1) bahwa proses IPO berlanjut jika OJK menerbitkan pernyataan efektif pada tanggal 7 Februari 2023.

Jika sesuai jadwal tersebut, bersama NH Korindo Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek melakukan penawaran umum pada 9 - 13  Februari 2023.

Sedangkan masa penjatahan jatuh pada tanggal 13 Februari. Pada saat itu juga akan dibagikan secara cuma-cuma 260 juta waran seri 1 dengan rasio 2 saham baru mendapat 1 waran.

Rencananya, 83 persen dana hasil IPO untuk modal kerja seperti pembayaran gaji karyawan tidak tetap yang merupakan harga pokok pendapatan.

Lalu, 12 persen dari total dana IPO untuk pembelian peralatan penunjang.

Sisanya, sekitar 5 persen untuk setoran kepada PT Hoffmen Parkindo. Oleh anak usaha tersebut, akan digunakan untuk membayar gaji pegawai tidak tetap dan pembelian peralatan penunjang.

Sayangnya, perseroan masih mengalami defisit Rp16,951 miliar per 31 Agustus 2022. Walau dalam delapan bulan tahun 2022, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp689,3 miliar dari hasil pendapatan bersih sebesar Rp104,3 miliar.