BBNI Hanya Berani Pasang Target Pertumbuhan Kredit Hingga 9 Persen di Tahun 2023

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bank Negara Indonesia Tbk (IDX: BBNI) membukukan laba bersih sebesar Rp18,312 triliun pada tahun 2022, atau naik 68,03 persen dibanding tahun 2021 yang terbilang Rp10,898 triliun.

Hasil itu mendongkrak laba bersih per saham ke level Rp983 per lembar, sedangkan di akhir tahun 2021 berada di level Rp585.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2022 telah audit emiten bank pelat merah itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/1/2023).

Rinciannya, pendapatan bunga dan pendapatan premi bersih tumbuh 8,1 persen menjadi Rp42,872 triliun.

Tapi BBNI dapat menekan beban operasional sedalam 25,6 persen sisa Rp19,973 triliun. Sehingga laba operasional naik 79,3 persen menjadi Rp22,898 triliun.

Sementara itu, kredit yang diberikan tumbuh 10,9 persen menjadi Rp646,18 triliun.

Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 5,3 persen menjadi Rp767 triliun. Sehingga aset terkerek 6,7 persen menjadi Rp1.029,83 triliun

Patut diketahui rasio keuangan seperti KPMM turun menjadi 19,27 persen dari 19,74 persen pada tahun 2021.

Tapi NPL gross membaik menjadi 2,81 persen dari 3,7 persen.

Sedangkan NPL net turun menjadi 0,49 persen dari 0,73 persen. ROA 2,46 persen, ROE 16,39 persen, NIM 4,81 persen, BOPO 68,63 persen dan LDR 84,25 persen.

Hanya saja, pada tahun 2023, BBNI memasang target pertumbuhan kredit dalam rentang 7 - 9 persen atau lebih rendah dibanding tahun 2022 yang sebesar 10,9 persen.

Sedangkan NIM berada di level 4,5 hingga 4,7 persen atau dibawah hasil tahun 2022 sebesar 4,81 persen.

Target moderat itu dilandasi taksiran pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5 persen, tingkat Inflasi 3,8 persen, BI-7DRR 5,8 persen, dan nilai 1 USD setara Rp14.950.