Beban Membengkak, Laba BBNI Amblas 81,17 Persen Tahun 2020

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id PT Bank Negara Indonesia Tbk (IDX: BBNI) pada akhir tahun 2020 mencatatkan laba bersih periode berjalan sebesar Rp2,755 triliun, atau merosot 81,17 persen dibandingkan akhir 2019 yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp14,61 triliun.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2020 telah audit emiten Bank BUMN ini, yang dimuat pada laman Bursa Efek Indonesia, Sabtu (30/1/2021).

Jelasnya, dalam laporan keuangan tersebut tertera pendapatan bunga dan pendapatan premi bersih sepanjang tahun 2020 tercatat sebesar Rp33,89 triliun atau naik 0,81 persen dibanding  akhir 2019, yang tercatat sebesar Rp33,32 triliun.

Tapi, beban operasional selain bunga bersih naik 95,56 persen menjadi Rp29,52 triliun dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp15,09 triliun.

Hal itu dipicu oleh penurunan nilai aset keuangan sebesar Rp22,03 triliun atau melonjak 167,67 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp8,23 triliun.

Sementara itu, pada akhir tahun 2020, perseroan mencatatkan DPK (Dana Pihak Ketiga) sebesar Rp632,2 triliun atau tumbuh 10,68 persen dibandingkan akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp571,06 triliun.

Sedangkan, total nilai kredit sebesar Rp551,78 triliun atau  tumbuh 5,55 persen dibanding akhir tahun 2019 sebesar Rp522,75 triliun.

Sehingga aset perseroan tercatat senilai Rp818,22 triliun atau tumbuh 4,87 persen dibandingkan akhir tahun 2019, yang tercatat senilai Rp780,23 triliun.

Patut diperhatikan, rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimun tercatat sebesar 16,78 persen atau turun dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar 19,73 persen.

Uniknya, rasio kredit bermasalah tercatat naik menjadi 4,25 persen untuk NPL Gross, tapi NPL net turun menjadi 0,95 persen dari 1,25 persen.

Sedangkan ROA tercatat turun menjadi 0,54 persen dari 2,42 persen, ROE turun menjadi 4,5 persen dari 14 persen dan NIM turun ke level 4,5 persen dari 4,92 persen.