Kejar Penyaluran 200 Ribu Unit KPR Subsidi, BBTN Rajin Tata Ulang Jaringan Kantor

Foto : Dok. BBTN

Pasardana.id - Pemerintah telah menaikan kuota KPR Subsidi menjadi 200.000 unit dari 157.000 unit tahun lalu.

Hal ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam mendukung sektor perumahan.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (IDX: BBTN), Haru Koesmahargyo mengatakan, kenaikan kuota KPR Subsidi sebesar 30 persen ini, akan direspon dengan mempercepat layanan dan menambah jaringan kantor.

“Semua itu dalam rangka mengurangi backlog perumahan yang masih sangat besar,” jelas dia kepada media, Rabu (29/6/2022).

Ia melanjutkan, salah satu strategi untuk mencapai target itu, dengan menata ulang jaringan kantor guna meningkatkan layanan.

Terbaru, BBTN memindahkan Kantor Cabang Syariah (KCS) Banda Aceh ke kawasan yang lebih strategis.

Langkah itu juga mendekatkan layanan dengan generasi milenial yang belum memiliki hunian yang layak merupakan potensi yang sangat besar untuk mendapatkan pembiayaan perumahan.

“KCS Banda Aceh kami relokasi ke tempat strategis dengan bangunan yang indah agar lebih menarik masyarakat, khususnya generasi milenial di Aceh (agar) mau bertransaksi dan menggunakan layanan Bank BTN,” ujar Haru.

Menurut Haru, kebutuhan rumah bagi generasi milenial sangat tinggi baik dalam bentuk rumah subsidi maupun komersial.

Kepala KCS Banda Aceh, Munawar Solihin mengatakan, untuk memenuhi target hunian milenial tersebut, BBTN bekerjasama dengan 160 pengembang untuk bisa merealisasikan target pembiayaan rumah subsidi yang dipatok sebanyak seribu unit tahun ini.

Adapun mayoritas generasi milenial yang menjadi bidikan BTN Syariah di Aceh, bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Mayoritas memang generasi milenial yang menjadi debitur pembiayaan rumah di BTN Syariah Aceh. Untuk tahun ini lebih banyak PNS yang menjadi debitur, sedangkan tahun lalu wirausaha,” katanya.

Lebih lanjut Haru memaparkan, secara historikal, peran BTN di Banda Aceh dimulai dari pendirian Bank BTN Kantor Cabang Bank BTN di Lhokseumawe, kemudian berubah fungsi menjadi Kantor Cabang Pembantu.

Sementara Kantor Cabang dipindahkan ke kota Banda Aceh dengan melayani daerah Langsa, Lhokseumawe, Ulee Kareng dan Meulaboh.

“Saat ini, BBTN telah melakukan konversi seluruh outlet konvensional yang berada di Aceh mulai dari Kantor Cabang Pembantu, Kantor Kas hingga layanan prioritas ke layanan perbankan syariah. Ini merupakan komitmen BBTN dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh yang sesuai dengan ketentuan Qanun terkait Lembaga Keuangan Syariah,” katanya.

Lebih lanjut Haru menuturkan, BBTN melihat potensi penyaluran dukungan perumahan yang sangat besar di Provinsi Aceh, mengingat daerah ini merupakan provinsi dengan cakupan wilayah yang luas dengan jumlah penduduk mencapai 5,3 Juta jiwa per Juni tahun 2021.

Perkembangan industri perumahan di Aceh juga berkembang cukup pesat dilihat dari peningkatan kinerja Kantor Cabang Syariah Banda Aceh disisi pembiayaan perumahan sebesar 10,26 persen per 31 Mei 2022 dibandingkan tahun lalu.

“Kami melihat bahwa dukungan pemerintah dalam memenuhi infrastruktur pendukung perumahan di Provinsi Aceh merupakan hal yang juga harus BBTN dukung secara maksimal dengan menyediakan layanan perbankan syariah yang lengkap meliputi produk funding, priority banking, financing hingga layanan e-channel yang dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Aceh bertransaksi keuangan di BTN Syariah,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, BBTN juga menyerahkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa lima unit motor bak sampah penunjang kebersihan lingkungan kepada Pemerintah Provinsi Aceh senilai Rp200 Juta.

Sedangkan untuk Pemerintah Kota Banda Aceh, Bank BTN menyerahkan bantuan TJSL berupa revitalisasi Taman Kota senilai Rp300 juta.

Hingga Mei 2022, posisi pembiayaan KCS Banda Aceh sebesar Rp484 miliar, atau tumbuh 27 persen dari bulan Mei 2021 sebesar Rp380 miliar.

Sedangkan posisi DPK KCS Banda Aceh per Mei 2022 sebesar Rp277 miliar, atau tumbuh 42 persen dari bulan Mei 2021 sebesar Rp195 miliar.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengajak masyarakat Banda Aceh untuk menggunakan layanan perbankan di BTN Syariah untuk bertransaksi, baik tabungan ataupun melakukan pinjaman.

Terkait relokasi KCS Bank BTN Banda Aceh, dirinya sangat mengapresiasi usaha Bank BTN untuk menggunakan gedung yang tadinya tidak dimanfaatkan menjadi bagus kembali.

“Saya mengapresiasi atas hadirnya Bank BTN di Banda Aceh dengan gedung barunya, ini dapat memperindah kota ini, gedungnya tadi tidak digunakan, kemudian dipoles oleh BTN sehingga menjadi indah di simpang lima Kota Banda Aceh,” jelasnya.