Providentia Wealth Management Mulai Raup Untung Ratusan Persen Dari GOTO
Pasardana.id - Providentia Wealth Management Ltd melalui Goto Peopleverse Fund (GPF) mendulang keutungan lebih dari ratusan persen dari investasi pada PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (IDX:GOTO) melalui penembusan opsi saham karyawan, mantan karyawan, anggota direksi, anggota komisaris dan konsultan.
Jelasnya, GPF telah menerbitkan sebanyak 106.908.291.844 opsi saham bersamaan dengan masa IPO.
Dengan rasio 1 opsi saham dapat ditebus menjadi 1 saham seri A dengan harga Rp2 hingga 202 per per saham mulai diperbolehkannya perdagangan saham pra IPO yakni tanggal 1 Desember 2022 hingga 10 tahun sejak diterbitkan.
Untuk diketahui, GPF selaku pemegang 7,27 persen saham GOTO seri A bernominal Rp1 per lembar. Dengan adanya penembusan Rp2 saja maka sudah naik 100 persen.
Tak heran, dalam 2 hari perdagangan bursa pada negoasasi GOTO ditransaksikan pada Rp2 per lembar. Misalnya di penutupan perdagangan tengah hari pada Jumat (2/12/2022) lalu.
Berdasarkan pantauan Pasardana.id, nilai transaksi GOTO pada pasar negosiasi mencapai Rp3,231 triliun dan di pasar reguler senilai Rp20,1 miliar.
Nilai tersebut setara dengan 32,4 persen dari total nilai transaksi harian bursa senilai Rp10,02 triliun.
Menariknya, pada awal pembukaan perdagangan di pasar negoisasi, saham emiten teknologi itu dibuka dengan harga Rp2 per lembar atau naik 100 persen dari harga nonimalnya.
Sedangkan harga tertinggi di level Rp151 per lembar dan ditutup pada level Rp132 per lembar.
Sehingga harga rata rata transaksi GOTO di pasar negosiasi dalam setengah hari perdagangan bursa Rp100,5 per lembar.
Sedangkan diperdagangan Senin (05/12) pagi ini, GOTO juga dibuka di level Rp2 per lembar dan ditutup pada level Rp123 per lembar dengan nilai transaksi Rp33,7 miliar di pasar negosiasi. Dengan demikian, GOTO kembali mengalami ARB atau auto reject bawah.
Pada pasar reguler, Senin (05/12) siang ini, GOTO ditutup turun 9 poin atau -6,8 persen ke level Rp123 dengan nilai transaksi Rp17,6 miliar. Tapi dengan antrian jual mencapai 214,67 juta lot.
Sementara itu, mengutip media massa, Sekretaris Perusahaan GOTO, RA Koesoemohadiani menjelaskan, dengan berakhirnya periode lock-up tersebut, maka program opsi saham karyawan dan konsultan (shares option program) yang dikelola oleh GPF (GoTo Peopleverse Fund) juga dapat mulai dilaksanakan sebagaimana telah dijabarkan di dalam prospektus.
Menanggapi pelemahan beruntun yang dialami GOTO, pengamat Pasar Modal, Yanuar Rizky bilang, bahwa rontoknya saham itu harus dilihat dari kepentingan, yang menyebabkan munculnya motif untuk keuntungan pihak tertentu.
“Lalu, transaksi kepentingan, yang melahirkan modus konflik kepentingan antara para pihak dalam skenario exit strategy 'uang siapa, dimakan siapa'..." kata dia yang dilansir dari media sosialnya.
Ia melanjutkan, fenomena anjloknya GOTO secara beruntung harus dilihat sebagai pola antar waktu, motif dan modus.
"Memang harga saat ini jauh di bawah harga IPO, harga IPO terkerek oleh peristiwa akuntansi revaluasi aset yakni goodwill yang diakibatkan masuknya investor baru dalam pra-IPO, yaitu Telkom via Telkomsel," jelasnya lagi.

