Venteny Fortuna Terbitkan 939,77 Juta Saham Baru Demi Cari Modal Kerja

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id -  PT Venteny Fortuna International Tbk akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan menerbitkan sebanyak 939.779.100 lembar saham baru bernominal Rp5 per lembar.

Mengutip prospektus calon emiten teknologi informasi itu yang diunggah pada laman e-IPO, Senin (21/11/2022) bahwa jumlah saham yang ditawarkan itu setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor.

Untuk itu, perseroan melakukan penawaran awal dalam rentang harga Rp350 hingga Rp450 per lembar.

Sehingga nilai IPO ini bisa mencapai Rp328,9 miliar hingga Rp422,9 miliar.

OJK diharapkan menerbitkan pernyataan efektif IPO pada tanggal 2 Desember 2022.

Jika demikian, bersama BRI Danareksa Sekuritas, Surya Fajar Sekuritas dan Mirae Asset Sekuritas selaku penjamin emisi efek melakukan penawaran umum pada tanggal 6 hingga 12 Desember 2022.

Bagi karyawan Venteny Fortuna diberi kesempatan untuk membeli 1 juta lembar atau 0,11 persen dari total saham IPO dalam program Employee Stock Allocation (ESA).

Sedangkan bagi jajaran manajemen ditawarkan sebanyak-banyaknya 532.541.400 lembar saham atau setara 7,83 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Rencananya, 70 persen dana IPO untuk modal kerja dengan pembagian 50 persennya penguatan dan penambahan sumber daya manusia Perseroan, terutama untuk tenaga kerja di bidang IT, pemasaran, dan tim pendukung.

Adapun 50 persen dari 70 persen dana IPO dialokasikan pemasaran dan pengembangan merek dagang guna meningkatkan pengenalan produk dan operasional Perseroan, antara lain; melalui advertisement serta promosi melalui aktivitas periklanan yang memiliki jangkauan yang luas

Sementara itu, 30 persen dana IPO untuk pengembangan bisnis dengan rinciannya 40 persen digunakan pengembangan supper-app dengan nama Ventiny yang tengah dikembangkan terkait penerapan Artificial Intelligence (AI), big data, dan penguatan fitur atas produk yang Perseroan miliki saat ini.

Lalu, 30 persen dari 30 persen dana IPO untuk product development serta riset dan pengembangan untuk Exclusive Members bisnis B2B2E serta karyawan pada umumnya seperti Learning Management System (LMS), Invoicing System, Point of Sales (POS) dan produk lainnya yang sedang dalam tahap riset.

Berikutnya, 30 persen dari 30 persen dana IPO untuk pembukaan kantor terutama di luar pulau Jawa, seperti Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Bali untuk menjangkau karyawan dan perusahaan, terutama UMKM, guna memperluas layanan Perseroan.

Selain itu, Perseroan juga berencana untuk melakukan pengembangan ke wilayah luar Indonesia, terutama ke wilayah Asia Tenggara, serta ke Kawasan lain di Asia.

Untuk diketahui, perseroan telah membukukan laba bersih sebesar Rp3,08 miliar setelah meraup pendapatan sebesar Rp29,205 miliar dalam semester I 2022.