World Marketing Forum 2022 Resmi Digelar di Museum Puri Lukisan Ubud Bali

foto : istimewa

Pasardana.id - World Marketing Forum ke-2 2022 resmi digelar di Museum Puri Lukisan Ubud, Bali sebagai perayaan utama Ubud Oktoberfest 2022 atas inisiatif Hermawan Kartajaya dari Indonesia Marketing Association (IMA) dan Sadayoshi Fujishige Japan Marketing Association (JMA) dan didukung AMF Asia Marketing Federation) dan ACSB (Asia Council for Small Business).

“Berbeda dari yang lain, kami selaku penyelenggara menjaga kemurnian acara ini tanpa komersialisasi. Tahun lalu, kami membawa semangat Kamakura, dan sekarang kami membawa semangat Ubud. Semangat yang sama dengan sentuhan tradisinya,” terang Hermawan Kartajaya, Co-Founder of World Marketing Forum sekaligus Founder & Chairman MarkPlus, Corp, dilansir dari siaran pers, Kamis (6/10/2022).

Sebelumnya, WMF secara perdana diadakan pada 21-22 Oktober 2021 silam di Kenchoji Temple, Kamakura, Jepang.

Setelah menjadi tuan rumah pertemuan Asia Pacific Marketing Federation (APMF) di tahun 1996, yang saat itu berlangsung di Bali, Indonesia Marketing Association (IMA) kembali menjadi tuan rumah pertemuan offline yang mengundang peserta dari berbagai penjuru dunia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno yang turut hadir dan menjadi salah satu pembicara di WMF 2022 tersebut, mengangkat topik mengenai sustainable marketing di industri pariwisata.

“Pertumbuhan industri pariwisata di era pasca pandemi menyoroti perlunya penerapan sustainable tourism, yang merupakan strategi untuk mempromosikan pariwisata sebagai industri strategis dan mengatasi masalah global," ungkap Sandiaga.

Lebih lanjut Menteri Sandiaga menekankan, bagaimana saat ini Kemenparekraf berupaya untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak disebabkan oleh fakta bahwa pariwisata berkelanjutan bersifat multidimensi dan melibatkan berbagai komunitas.

“Saya berharap, acara ini dapat berjalan dengan lancar dengan membawa bekal yang bermanfaat bagi seluruh peserta yang hadir. Sehingga wawasan tersebut dapat memulihkan pariwisata dan merangsang perekonomian untuk menciptakan peluang usaha dan kerja yang seluas-luasnya dan berkualitas,” jelas Menteri Sandiaga.

Sekretaris Jenderal Indonesia Marketing Association (IMA), Taufik menambahkan, mengenai bagaimana filosofi hidup yang berasal dari kearifan lokal Bali ‘Tri Hita Karana’ menjiwai pelaksanaan forum pada tahun ini.

“Filosofi ini menerangkan bagaimana hubungan harmonis antara manusia terhadap Tuhan, dan alam saling melengkapi berbagai upaya penyebaran ilmu, khususnya ilmu pemasaran dalam memberikan manfaat terhadap banyak orang," ungkap Taufik.

Lebih lanjut, Tjokorda Gde Putra Sukawati alias Cokorda Putra menyampaikan rasa syukur atas digelarnya WMF di Ubud, Bali.

"Ubud adalah destinasi budaya yang mapan, sejak 1920, kolaborasi sudah kami perkuat dengan membangun museum yang mendatangkan seniman asing untuk berkolaborasi dengan seniman lokal," bebernya.