Menparekraf Targetkan Tahun 2021 Jumlah Wisman Ke Indonesia Capai 7 Juta Orang

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau turis asing ke Indonesia pada tahun 2021 bisa mencapai 4 juta orang hingga 7 juta orang pada 2021.

Target tersebut disesuaikan dengan masih adanya pandemi covid-19 di Tanah Air.

"Pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan sektor yang paling terdampak covid-19. Kemenparekraf menyesuaikan proyeksi kunjungan wisman 2021 sebesar 4 juta - 7 juta wisman ini, kemungkinan akan sangat bergantung dengan keadaan sisi Kesehatan," kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/1/2020).

Untuk mewujudkan target tersebut, menurut Sandiaga, pihaknya akan fokus pada penyelesaian pembangunan infrastruktur, utamanya di lima destinasi super prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Selain itu, lanjutnya, Kemenparekraf juga akan mendorong investasi sektor pariwisata dan memperkuat promosi pariwisata dengan memanfaatkan teknologi digital dengan optimal.

"Kita menggunakan teknologi seperti Big Data dan pendekatan kekinian untuk memetakan, baik dari segi potensi maupun penguatan, serta memastikan para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa bertahan," jelas mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Strategi berikutnya, kata Sandiaga, ialah penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (cleanliness, health, safety, and environment). Protokol itu menjadi poin utama untuk menanamkan kepercayaan wisatawan terhadap pariwisata Indonesia di masa pandemi.

"Strategi ketiga, berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk ke menterian/lembaga, pemerintah daerah, akademisi, universitas, serta masyarakat, dan dunia usaha dalam memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air," ujarnya.

Ditambahkan, pariwisata juga harus didorong bersama dengan ekonomi kreatif dari hasil produk-produk anak bangsa, untuk dipasarkan dengan fokus wisatawan dalam negeri.

"Kita berinovasi dari segi produk ekonomi kreatif dan pariwisata. Dari segi paket-paket yang akan dijual dengan fokus kepada wisatawan domestik," katanya.

Lebih lanjut diungkapkan, meskipun ketergantungan ekonomi Indonesia pada sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tidak setinggi negara-negara lain seperti negara Filipina, Thailand, maupun Karibia. Namun ia menegaskan, sektor Parekraf ini menjadi satu daya ungkit atau lokomotif ekonomi yang teramat dahsyat.

“Kami berdoa, tentunya saat wabah teratasi Pariwisata dan ekonomi Kreatif akan membuka lapangan kerja yang amat besar dan cepat untuk membangkitkan ekonomi Indonesia dan melanjutkan agenda pembangunan kita,” ungkapnya. 

Asal tahu saja, kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang 2020 turun drastis, hanya 3,56 juta, atau turun 70,57 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019 sebesar 12,1 juta wisman.

Adapun saat ini, Kementerian Luar Negeri melarang wisatawan mancanegara tidak boleh masuk sama sekali ke Indonesia rentang waktu 01-14 Januari 2021.