Lumina, Startup Asal Indonesia Raih Dukungan Pendanaan Dari Y-Combinator dan Alpha JWC untuk Membangun Platform Komunitas Para Pekerja

foto : ilustrasi (ist)

Jakartakita.com - Lumina, platform komunitas kerja pertama asal Indonesia yang memberikan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja kerah biru, mengumumkan dukungan pendanaan dari Y Combinator (YC) dan Alpha JWC Ventures.

“Pendanaan ini akan membantu membuka potensi Lumina untuk membawa perubahan bagi tenaga kerja Indonesia. Kami telah melihat startup di negara lain menghadirkan pasar tenaga kerja ini secara online dan tim Lumina adalah tim yang tepat untuk menghadapi tantangan ini,” kata Gustaf Alstromer, Group Partner, Y Combinator, seperti dilansir dalam siaran pers, Senin (24/1). 

“Kami percaya Lumina akan memegang peran penting dalam memaksimalkan tenaga kerja dan potensi individu serta bisnis. Kami tidak sabar untuk bisa bekerja sama dengan Aswin dan timnya lagi; dan kami berharap dapat membantu mewujudkan visi mereka,” sambung Jefrey Joe, Co-Founder dan General Partner, Alpha JWC Ventures.

Startup yang berkantor pusat di Jakarta ini didirikan pada bulan September 2021 oleh Aswin Andrison, seorang serial entrepreneur dengan keahlian produk, operasional, dan pasar yang berfokus pada pekerja kerah biru, FMCG, grosir, dan UMKM kurang lebih selama 16 tahun terakhir.

Bersama Aswin, mantan developer Twitter, Tri Ahmad Irfan juga memimpin Lumina sebagai Co-founder dan CTO.

“Pekerja kerah biru di Indonesia saat ini masih belum memiliki kesempatan yang layak. Mereka kekurangan akses ke sumber daya karier dan pengembangan yang dapat memberi mereka peluang ekonomi yang lebih baik. Kami, di Lumina, ingin sekali memberi mereka platform yang efektif untuk pengembangan diri. Dengan memanfaatkan kekuatan komunitas eksklusif kami dan rekomendasi pekerjaan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), kami ingin mendemokratisasikan perekrutan dan mengotomasi pencocokan kualitas antara pekerja kerah biru dan pemberi kerja,” kata Co-founder dan CEO Lumina, Aswin Andrison.

Sayangnya, dalam pengumumannya melalui siaran pers tersebut, Lumina tidak menyebutkan besaran dana yang digelontorkan para investor.

Sementara itu, dalam dua bulan terakhir, Lumina telah membantu lebih dari 100.000 pencari kerja dan mengisi lebih dari 20.000 lowongan pekerjaan bagi ribuan perusahaan termasuk di antaranya Shopee, Lemonilo, Sirclo, Kargo dan Astro.

Selain itu, platform Lumina juga memiliki respons pengguna yang baik dengan 1.000 pendaftaran pengguna baru dan 3.000 penambahan pekerjaan baru setiap harinya.

Lumina memiliki misi membantu 80-120 juta pekerja kerah biru di Indonesia untuk mengakses peluang kerja melalui platform rekrutmen dan benefits berbasis komunitas yang mudah digunakan.

Lumina merupakan platform pertama yang menyediakan fitur komunitas profesional untuk kelas pekerja Indonesia.

Adapun platform Lumina menjadi solusi terpercaya, mudah, dan bebas rasa khawatir bagi pencari kerja maupun perusahaan.

Dengan Lumina, para pekerja dapat menikmati solusi lengkap berbasis teknologi, mulai dari proses wawancara yang efisien hingga forum komunitas untuk berinteraksi dengan sesama pencari kerja.

Selain itu, mengakses peluang kerja melalui Lumina memotong jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menunggu jawaban lamaran serta mengurangi kerumitan yang berkaitan dengan dokumen.

Pencari kerja juga dapat menggunakan dokumen serta data yang disimpan di Lumina untuk melamar kerja di berbagai tempat secara mudah dan ringkas.

Kedepan, Lumina berencana untuk menjadi platform lengkap bagi para pekerja, di mana mereka dapat meningkatkan keterampilan dan berkontribusi pada organisasi yang mereka yakini dan banggakan, sambil mengembangkan hubungan yang bermakna dengan sesama pencari kerja.