Rosan Ungkap Minat Investasi di RI Masih Cukup Tinggi
Pasardana.id - Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengungkapkan, bahwa minat investasi di Indonesia masih cukup tinggi di tengah kondisi geopolitik dan geoekonomi global saat ini.
Dari catatan BKPM, total Nomor Induk Berusaha (NIB) di Indonesia dari periode 2021-2026 sudah mencapai 15,8 juta.
Dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI, Rosan mengatakan, tren kenaikan tersebut terjadi setelah implementasi Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
"NIB sejak 2021-2026 sudah 15,8 juta yang sudah tercatat di kita. Ingin saya sampaikan sejak implementasi PP 28, sebelum ada program, kita 13 juta, sekarang 15,8 juta," kata Rosan.
"Jadi minat investasi tinggi. Angka kami real, kita capture semua datanya. Lengkap dari nama perusahaan, alamat, bidang usaha, dan lainnya. Ini menunjukkan investasi berjalan dan bergairah, dan justru dalam 5 bulan terakhir mengalami peningkatan," beber Rosan lagi.
Menurut dia, hingga kuartal I 2026, realisasi investasi di Indonesia sudah mencapai Rp 497 triliun dari target Rp 465 triliun atau tumbuh 7 persen secara tahunan.
"Penyerapan tenaga kerja sudah mencapai 627.036 orang atau naik sekitar 5,5 persen," katanya.
Adapun pada tahun ini total target investasi Indonesia mencapai Rp 2.041,3 triliun atau naik dari tahun sebelumnya Rp 1.905,6 triliun.
Negara yang mendominasi investasi antara lain: Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
"Kami sudah melakukan beberapa program prioritas yang meliputi berbagai kebijakan, kalau kita lihat hilirisasi masih menyumbang terbesar sekitar 30 persen dari seluruh investasi yang ada dan yang masuk ke Indonesia," katanya.

