NOBU Akan Tukar 500 Juta Saham Dengan Dua Gedung Rp193 Miliar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bank Nationalnobu Tbk (IDX: NOBU) akan mendapat dua gedung dengan nilai total Rp193 milliar.

Kedua properti itu akan ditukar atau inbreng dengan 500 juta lembar saham bernominal Rp100 per lembar atau setara dengan 10,13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Melansir keterangan resmi emiten bank grup Lippo yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/9/2021), bahwa rencana itu akan diwujudkan dengan melaksanakan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue.

“Perseroan memiliki kantor pusat yang lebih representatif dalam membangun citra perbankan digital. Selain itu, Perseroan juga menjadi lebih mampu menjaga biaya operasional khususnya biaya sewa kantor dimana saat ini seluruhnya adalah sewa,” tulis manajemen NOBU.

Dalam pelaksanaan right issue ini, PT Grahaputra Mandirikharisma akan bertindak selaku pembeli siaga. Tapi dalam pelaksanaanya, nanti akan ditukar dengan gedung A Universitas Pelitas Harapan Lippo Karawaci senilai Rp132 miliar dan sebagian ruang dalam gedung Gajah Mada Tower Jakarta Pusat senilai Rp61 miliar, serta setoran modal sebesar Rp5,1 miliar.

Jika rencana ini berjalan, maka Graha Putra MandiriKharisma akan memegang 3,57 persen porsi saham NOBU, dari sebelumnya tidak memegang selembar saham pun.

Namun, jika semua pemegang saham perseroan menyerap HMETD (hak memesan efek terlebih dahulu) maka pemilik dua gedung tadi tidak jadi inbreng dan tidak menjadi pemegang saham NOBU.

Adapun pelaksanaan right issue dengan skema inbreng ini enam bulan setelah meraih persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 24 September 2021.

Patut di catat, transaksi ini terafiliasi karena kedua pemegang saham pengendali Bank NOBU dan Graha Putra Mandirikharisma memiliki hubungan keluarga.