Jualan Sukuk Ritel Seri SR015, Pemerintah Raup Untung Rp27 Triliun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) meraup dana sebesar Rp27 triliun dari hasil penjualan Sukuk Ritel seri SR015 setelah berakhirnya masa penawaran dari 20 Agustus sampai dengan 15 September 2021.

"Hasil penjualan SR015 mencapai Rp27,001 triliun merupakan terbesar sepanjang sejarah penerbitan SBN Ritel melalui platform e-SBN, di tengah kondisi pasar keuangan yang relatif masih belum stabil," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman dalam keterangan tertulis, Senin (20/9/2021).

Sukuk Negara Ritel seri SR015 ini menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased, dengan menggunakan Barang Milik Negara (BMN) dan Proyek APBN 2021 sebagai underlying assets.

Ia menyebut, SR015 menarik sebanyak 49.027 investor dari seluruh provinsi di Indonesia.

Meskipun, kupon SR015 sebesar 5,10 persen merupakan yang terendah sepanjang sejarah penerbitan SBN Ritel yang tradable, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya menurunkan imbal hasil atau yield dan menekan cost penerbitan SBN.

Lebih lanjut Luky mengatakan, setelmen Sukuk Negara Ritel seri SR015 akan dilaksanakan pada 22 September 2021 dan dicatatkan di PT. Bursa Efek Indonesia pada 23 September 2021.

Namun demikian, perdagangan di pasar sekunder baru dapat dilakukan pada 11 Desember 2021 karena SR015 memiliki minimum holding period sampai dengan tiga periode imbalan.

"Di 2021 ini, pemerintah telah menerbitkan sebanyak empat Instrumen SBN Ritel Online yaitu seri ORI019, SR014, SBR010 dan SR015 dengan total nominal penerbitan mencapai Rp77,20 triliun," ungkapnya.

Sementara itu, kupon SR015 sebesar 5,10 persen merupakan yang terendah sepanjang sejarah penerbitan SBN Ritel yang tradable.

Rendahnya kupon yang ditawarkan sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya menurunkan yield dan menekan cost penerbitan SBN.

Ia menambahkan, penerbitan Instrumen SBN Ritel tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik serta memperluas basis investor, khususnya investor ritel.

Meski di tengah pandemi, minat investor terhadap SR015 ini terbilang masih besar.

"Besarnya minat investor pada SR015 di tengah kondisi ketidakpastian karena pandemi covid-19 menunjukkan bahwa instrumen yang diterbitkan pemerintah menjadi pilihan investasi yang tepat karena sifatnya yang aman dan likuid," pungkas dia.