Apakah ORI dan Sukuk Ritel ?

foto : istimewa

Pasardana.id - Bagi anda para investor pemula, tentu pernah mendengar istilah ORI atau Sukuk Ritel. Tentunya banyak pula yang bertanya-tanya soal untung-rugi berinvestasi dalam bentuk ORI atau Sukuk Ritel atau berinvestasi dibidang lainnya, seperti saham, obligasi dan reksadana atau valas.

Nah, untuk lebih jelasnya, kali ini kami akan membahas mengenai ORI atau Sukuk Ritel dan untung ruginya berinvestasi di sektor ini.

Dilansir dari laman Investing.com belum lama ini, disebutkan bahwa ORI atau Sukuk Ritel adalah efek surat utang yang dapat memberikan pendapatan tetap.

Adapun surat utang adalah suatu pernyataan utang dari penerbit surat kepada pemegangnya, beserta janji untuk membayar kembali pokok utang pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Selain itu, pemilik utang juga berjanji untuk membayarkan kupon atas utang tersebut secara berkala selama durasi yang ditentukan dalam surat utang.

Penerbit surat utang bisa pemerintah atau korporasi. ORI atau Sukuk Ritel adalah bentuk surat utang negara yang dapat dibeli investor ritel, yaitu masyarakat umum.

Apabila Anda menempatkan dana di ORI misalnya, maka pemerintah berjanji membayarkan kupon setiap bulan. Saat ini, ORI yang telah terbit berdurasi 3 tahun dan 4 tahun.

Sedikit berbeda dengan ORI, Sukuk Ritel merupakan surat berharga yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset Surat Berharga Syariah Negara, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing melalui agen penjual.

Investor ritel bersama-sama memiliki aset atau proyek yang kemudian disewakan kembali kepada penjual. Sebagai imbalannya, investor akan mendapatkan bagi hasil berupa kupon Sukuk Ritel.

Apabila Anda ingin berinvestasi di instrumen yang sesuai Syariah Islam, maka Sukuk Ritel merupakan salah satu alternatif yang tepat dibandingkan ORI.

Keuntungan serta Risiko ORI dan Sukuk Ritel

Setiap aset investasi pasti mengandung potensi imbal hasil dan risiko, tak terkecuali ORI dan Sukuk Ritel.

Potensi imbal hasil yang diberikan ORI dan Sukuk Ritel bisa diperoleh dengan dua cara.

Pertama, Anda memperoleh kupon setiap bulan yang mirip dengan bagi hasil deposito. Saat ini, kupon yang pernah diterbitkan bervariasi antara 6% hingga 12% per tahun. Kupon ditetapkan di awal penerbitan dan tidak akan berubah sepanjang durasi surat utang.

Kedua, Anda juga bisa memperoleh potensi keuntungan dari penjualan ORI dan Sukuk Ritel sebelum jatuh tempo.

Risiko yang terkandung dalam investasi ini yaitu adanya risiko fluktuasi harga, apabila Anda ingin menjual sebelum jatuh tempo. Bisa jadi, harganya turun saat Anda membutuhkan dana tunai. Risiko lain adalah kemungkinan gagal bayar oleh pemerintah.

Sementara itu, hal yang juga harus anda ingat adalah bahwa ORI dan Sukuk Ritel bukan merupakan produk bank.

Bank dan perusahaan sekuritas adalah agen penjual yang di awal pembelian wajib memberikan bukti konfirmasi kepemilikan. Lalu, setiap bulan agen penjual wajib memberikan laporan kepemilikan ORI dan Sukuk Ritel serta mentransfer kupon bagi hasil ke rekening Anda. (Stevandy Clawira)