Miris, Ditengah Pandemi Covid-19 Masih Ada Oknum Yang Memainkan Harga Obat-Obatan
Pasardana.id – Dengan melonjaknya kasus infeksi Covid-19, membuat harga obat-obatan terkait terapi penyakit tersebut kini melambung jauh lebih tinggi dari harga biasanya yang ditentukan pemerintah.
Hal ini dikarenakan ada pihak tak bertanggung jawab yang berani memainkan harga obat-obatan yang sering digunakan untuk terapi, sehingga membuat masyarakat kesulitan mendapatkan obat dengan harga terjangkau.
Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Menko Perekonomian, Raden Pardede mengatakan, pemerintah akhirnya menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) obat-obatan terkait pandemi Covid-19 ini.
“Negara juga hadir untuk menetapkan Harga Eceran Tertinggi obat-obatan yang sering digunakan untuk terapi Covid-19. Seperti kita tahu, dalam keadaan seperti ini kadang kala ada juga yang memainkan harga,” kata Raden saat webinar yang digelar INDEF, Rabu (7/7/2021).
Harga obat seperti ivermectin tablet memang melonjak, khususnya di marketplace usai dinyatakan bisa sebagai terapi penyembuhan Covid-19. Namun, obat tersebut saat ini sudah mulai sulit ditemukan di marketplace.
Tak hanya menetapkan HET, Raden memastikan pihak aparat juga bakal menindak para pelaku yang memainkan harga obat-obatan tersebut.
“Sementara Polri juga sudah komitmen untuk menindak tegas pelaku penimbunan obat dan alat kesehatan yang membuat masyarakat kesulitan mendapatkannya,” ujar Raden.
Selain itu, Raden juga mengakui, saat penerapan PPKM Darurat ini ada permasalahan di oksigen medis. Namun, ia memastikan pemerintah terus bergerak menyelesaikannya.
“Dari sisi suplai oksigen medis, pemerintah terus berkoordinasi dengan produsen gas di Indonesia untuk memastikan produksi, bahkan bila perlu kita melakukan impor kemudian didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan seluruh RS di Indonesia,” ungkap Raden.
Lebih lanjut Raden mengungkapkan, pemerintah juga menambah kapasitas tempat tidur untuk menampung pasien Covid-19 dengan memanfaatkan fasilitas pemerintah sebagai tempat isolasi, seperti; di Wisma Atlet, Rusun Nagrak Cilincing, Rusun Pasar Rumput, hingga Wisma Haji Pondok Gede.
Ia menegaskan, vaksinasi juga terus digenjot.
“Sementara itu, guna mencegah penularan Covid-19 dan mencapai herd immunity kita akan terus melakukan percepatan vaksinasi dan seperti disebutkan di bulan Juli (sebanyak) 1 juta bahkan 1,5 juta, bahkan kita harapkan di Agustus bisa 2 juta per hari. Tentu tetap kita menjaga ketersediaan suplai vaksin,” tutur Raden.

