Pendapatan Turun 68 Persen, Opini Laporan Keuangan Tahun 2020 GIAA Disclaimer

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Garuda Indonesia Tbk (IDX: GIAA) mencatatkan pendapatan usaha sebesar USD 1,4 miliar sepanjang tahun 2020. Hasil kinerja itu anjlok 68,8 persen dibandingkan tahun 2020 yang tercatat senilai USD4,572 miliar.

Melansir keterangan resmi emiten penerbangan BUMN itu, Jumat (16/7/2021) bahwa pendapatan usaha berasal dari pendapatan penerbangan berjadwal sebesar USD 1,2 miliar, pendapatan penerbangan tidak berjadwal senilai USD 77 juta, dan lini pendapatan lainnya sebesar USD 214 juta. 

Direktur Utama GIAA, Irfan Setiaputra menyampaikan, perseroan mencatatkan penurunan beban operasional penerbangan sebesar 35,13 persen menjadi USD 1,6 miliar dibandingkan tahun 2019 lalu yang tercatat sebesar USD 2,5 miliar.

“Hal tersebut turut ditunjang oleh langkah strategis efisiensi biaya, yang salah satunya melalui upaya renegosiasi sewa pesawat maupun efisiensi biaya operasional penunjang lainnya yang saat ini terus dioptimalkan oleh Perusahaan. Melalui upaya tersebut, saat ini Garuda Indonesia berhasil melakukan penghematan beban biaya operasional hingga USD15 juta per bulannya,” papar dia.

Sementara itu, menyikapi catatan disclaimer (opini tidak memberikan pendapat) Laporan Keuangan Garuda Indonesia tahun buku 2020, pada prinsipnya perusahaan tentu menghargai independensi auditor yang mencatatkan keterangan tersebut dalam pembukuan laporan kinerja keuangan sepanjang tahun 2020.

Catatan disclaimer itu diberikan dengan pertimbangan aspek keberlangsungan usaha yang menjadi perhatian auditor ditengah upaya restrukturisasi yang dijalankan Perusahaan sebagai langkah pemulihan kinerja.

Namun Irfan menyampaikan, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan angkutan kargo yang semakin menjanjikan.

Hingga bulan Mei 2021 lalu, Garuda Indonesia Group berhasil membukukan pertumbuhan angkutan kargo hingga 35 persen, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020 lalu.

“Dengan tren pertumbuhan positif tersebut, Garuda Indonesia akan terus mengoptimalkan utilisasi armada bagi perluasan jaringan penerbangan kargo guna menunjang aktivitas direct call komoditas ekspor unggulan dan UMKM dari berbagai wilayah Indonesia, salah satunya melalui pengoperasian 2 (dua) armada pesawat penumpang yang kini melayani sejumlah penerbangan kargo domestik maupun internasional,” pungkas dia.