BJBR Dukung Program Petani Milenial Lewat Dana KUR Rp1,1 Triliun

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (IDX: BJBR) turut mendukung salah satu program unggulan Jawa Barat (Jabar) untuk memajukan pertanian lokal berbasis teknologi, dengan mengalokasikan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,1 triliun.

"Di program Petani Milenial, ada dua dukungan yang kami berikan. Pertama pada offtaker secara langsung, juga kepada para petani untuk pembiayaan KUR yang tingkat bunganya sangat ringan," ungkap Denny Mulyadi, pimpinan Divisi Kredit UMKM Bank BJB, seperti dilansir dari siaran pers, Senin (29/3).

Perseroan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) pada Jumat,(26/3/2021) menggelar kick off program Petani Milenial di perkebunan warga di kawasan Patrol, Suntenjaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam program tersebut, bank bjb menjadi bank utama yang memberikan dukungan dalam bentuk akses permodalan.

Dukungan tersebut disalurkan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

KUR yang ditawarkan bank bjb dalam program Petani Milenial memiliki keunggulan bunga sangat ringan, yakni 6%.

Direktur Komersial dan UMKM BJBR, Nancy Adistyasari menuturkan, pada tahun ini untuk program Petani Milenial alokasi dana bank bjb mencapai Rp1,1 Triliun.

"Kami tidak membatasi jumlah peserta Petani Milenial yang dapat terlibat, namun anggaran disesuaikan dengan kuota KUR Bank bjb dari pemerintah yakni Rp1,1 triliun, jumlah ini yang akan kami serap. bank bjb memastikan bagaimana petani memiliki akses terhadap benih, pupuk dan obat-obatan karena lahannya telah disiapkan Pemprov Jabar," ungkap Nancy.

Adapun besaran dana yang akan diterima oleh para petani milenial akan disesuaikan dengan rencana kerja usaha (RKU) yang diajukan petani milenial atau pihak offtaker.

Sementara pola pembayaran angsuran dapat dilakukan sesuai dengan siklus usaha yang dibuat dalam RKU tersebut.

Pembayaran kredit dapat dilakukan baik sesudah panen maupun berdasarkan kesepakatan bersama.

Para petani muda yang hendak bergabung menjadi Petani Milenial sebelumnya harus sudah terseleksi oleh pihak penyelenggara program, yakni Pemprov Jabar.

Sementara syarat untuk mendapatkan akses permodalan dari bank bjb, tidak berbeda dengan syarat pengajuan KUR.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartoto menambahkan, dalam program Petani Milenial juga dilibatkan 72 off-taker yang berasal dari pihak swasta maupun BUMD.

"Ini adalah bentuk kontribusi bank bjb dalam menjamin kesejahteraan petani milenial dan memastikan keberlangsungan usaha mereka baik dari sisi penanaman, produksi hingga hasilnya dapat berjalan dengan baik dan lancar," ungkap Widi.

Selain akses permodalan untuk petani milenial, bank bjb juga menjalankan program Pesat (Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu) bagi pelaku UMKM.

Program tersebut memberikan pendampingan intens kepada nasabah UMKM agar berkembang.

"bank bjb juga akan memberikan program pensiun bagi petani atau DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Hal ini penting untuk mulai dipahami petani milenial agar masa tua mereka terjamin dan sejahtera," ungkapnya.

Lebih lanjut, bank bjb juga terus mendorong pembentukan kultur pembayaran digital bagi masyarakat.

Pembiasaan transaksi digital yang bersifat cashless dan peningkatan inklusi keuangan menjadi fokus yang hendak dikedepankan bank bjb.

Hal itu salah satunya didorong melalui digitalisasi penerimaan pajak pemerintah daerah melalui teknologi Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS).

Diharapkan, digitalisasi transaksi berbasis big data tersebut dapat menjadi modal untuk menyusun strategi pengembangan produk dan layanan digital lainnya.