Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Alami Tekanan

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Selasa (16/2/2021) dengan indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, mencapai angka rekor penutupan.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones naik 64,35 poin, atau sekitar 0,20 persen, menjadi 31.522,75. Indeks S&P 500 S&P 500 berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 2,24 poin menjadi 3.923,59. Indeks komposit Nasdaq melemah 47,97 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 14.047,50.

Indeks sektor energi dan finansial S&P 500 meningkat dipicu optimisme peluncuran paket stimulus oleh pemerintah AS. Sedangkan indeks utilitas, properti, dan teknologi melorot setelah imbal hasil obligasi 10 tahun AS mencapai level tertinggi sejak Februari 2020.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2021 turun 1,3 persen menjadi US$1.799 per ons. Indeks dolar AS naik 0,21 persen menjadi 90,508.

Bursa saham Eropa diliputi tekanan pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 0,27 poin, dipicu pelemahan yang dialami sebagian besar sektor, kecuali sektor pertambangan dan perbankan.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 7,25 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 6.748,86. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 44,88 poin, atau sekitar 0,32 persen, menjadi 14.064,60.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melorot 49,80 poin, atau sekitar 0,61 persen, menjadi 8.153,70. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 0,28 poin menjadi 5.786,53.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,15 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3926 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1468 euro per pound.