Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Senin (22/2/2021), dengan indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, mengalami pelemahan.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 27,37 poin, atau sekitar 0,09 persen, menjadi 31.521,69. Indeks S&P 500 turun 30,21 poin, atau sekitar 0,77 persen, menjadi 3.876,5. Indeks komposit Nasdaq terjun 341,42 poin, atau sekitar 2,46 persen, menjadi 13.533,05.

Terakhir kali indeks Dow Jones naik sedangkan indeks komposit Nasdaq terjun lebih dari 2,4 persen adalah pada 29 Mei 2001. Indeks S&P 500 telah bergerak turun lima sesi beruntun.

Indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq tertekan melambungnya imbal hasil obligasi AS dan prospek terjadinya inflasi yang dapat memicu penurunan valuasi saham. Indeks Dow Jones terdongkrak melambungnya saham perusahaan media dan hiburan Walt Disney sebesar 4 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2021 naik 1,7 persen menjadi US$1.808,40 per ons. Indeks dolar AS turun 0,4 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,4 persen, dipicu kekhawatiran inflasi dan aksi ambil untung yang terjadi di saham sektor teknologi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 11,78 poin, atau sekitar 0,18 persen, menjadi 6.612,24. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melorot 43,19 poin, atau sekitar 0,31 persen, menjadi 13.950,04.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 39,40 poin, atau sekitar 0,48 persen, menjadi 8.112,20. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, merosot 6,11 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 5.767,44.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3992 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,2 persen menjadi 1,1571 euro per pound.