ANALIS MARKET (16/02/2021) : Sentimen Domestik Berpotensi Jadi Katalis Pergerakan Indeks Hari Ini
Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, pasar saham AS libur pada pada Senin (15/2) kemarin, memperingati hari Ulang Tahun Washington.
Di sisi lain, dari Eropa, FTSE tercatat naik 2,52% menjadi 6.756,11 begitupun Stoxx600 yang naik 1,32% menjadi 419,47.
Dari Asia, Nikkei 225 dan Kospi naik masing-masing sebesar 1,91% dan 1,50%.
Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 13.914,0, atau menguat.
Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent pagi ini dibuka naik 1,08% dan turun 0,05%.
Hari ini, Selasa (16/2), Nikkei 225 dan Kospi dibuka naik masing-masing sebesar 0,75% dan 0,59%. Indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,57%, 0,45% dan 0,44% pada akhir pekan lalu (12/2).
Lebih lanjut, analis SAM juga menyebutkan beberapa sentiment yang layak untuk dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;
1.Pemerintah untuk kelimakalinya kembali mengubah anggaran program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) 2021 menjadi Rp 688,33 triliun, meningkat 18,7% dibanding realisasi anggaran PC-PEN 2020 sebesar Rp 579,83 triliun. Berbagai kalangan menyambut positif, karena dana tersebut akan menjadi katalis utama percepatan penanganan pandemi dan mendorong ekonomi.
2.Bada Pusat Statistik (BPS) mencatat: Neraca perdagangan pada Januari 2021 surplus US$1,96 miliar. Nilai ekspor tercatat sebesar US$ 15,30miliar, turun 7,48% month on month (mom) dari Desember 2020, tapi naik 12,24% year on year (yoy). Sementara nilai impor sebesar US$ 13,34 miliar, turun 7,59% mom dan turun 6,49% yoy.
3.Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) memilih Ngozi Okonjo-Iweala sebagai wanita pertama dan orang Afrika pertama sebagai pemimpinnya. Selama kampanyenya, Okonjo-Iweala mengakui perlunya membangun kembali kepercayaan antara AS dan China sambil mencoba menemukan bidang yang menjadi minat bersama. Dia mendukung inisiatif yang sedang berlangsung di antara AS, UE, dan Jepang yang bertujuan mengembangkan disiplin baru untuk subsidi industri, perusahaan milik negara, dan transfer teknologi paksa.
4.Anggaran negara Singapura pada hari Selasa diharapkan menawarkan langkah-langkah yang lebih bertarget untuk mendukung pemulihan ekonomi dari tahun terburuknya sejak kemerdekaan, menyiapkan defisit anggaran ketiga berturut-turut untuk negara-kota yang secara tradisional konservatif secara fiskal. Meskipun negara tersebut tampaknya telah melewati masa terburuk dari pandemi dan kekurangan pengeluarannya semakin berkurang, industri termasuk makanan dan minuman dan yang terkait dengan perjalanan tetap turun drastis oleh pembatasan mobilitas. Perusahaan juga masih bergulat dengan restrukturisasi karyawan dan rantai pasokan.
“Beragam kondisi tersebut diatas berpotensi jadi katalis pergerakan indeks hari ini,” sebut analis SAM dalam riset yang dirilis Selasa (16/02/2021).
Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

