ANALIS MARKET (28/01/2021) : Sentimen Domestik Berpotensi Jadi Katalis Pergerakan Indeks

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, beragam factor menjadi sorotan pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;

1.Presiden Joko Widodo meminta Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Pengelola Investasi (LPI) langsung tancap gas dalam memperoleh dana dalam jumlah besar sebagai alternatif pembiayaan untuk pembangunan di dalam negeri. Pernyataan itu diungkapkan Presiden Jokowi usai melantik Dewan Pengawas LPI yang terdiri atas Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sebagai Ketua merangkap Anggota, Menteri BUMN, Erick Thohir sebagai Anggota, Darwin Cyril Noerhadi (Anggota, periode 2021-2026), Yozua Makes (Anggota, periode 2021-2025), dan Haryanto Sahari (Anggota, periode 2021-2024). 

2.Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan realisasi pembiayaan investasi untuk mendukung UMKM dan dunia usaha tahun lalu mencapai Rp 104,8 triliun atau setara 40,7% dari target Perpres 72/2020 sebesar Rp 257,1 triliun. 

3.Ketua Federal Reserve, Jerome Powell menjelaskan bahwa bank sentral AS sama sekali tidak keluar dari dukungan besar-besaran untuk ekonomi selama pandemi virus korona yang sedang berlangsung, seiring para pejabat bank sentral membiarkan suku bunga acuan tidak berubah mendekati nol dan menandai pemulihan AS yang moderat. Badan pembuat kebijakan bank sentral mengulangi akan mempertahankan program pembelian obligasi pada kecepatan saat ini sebesar $ 120 miliar pembelian per bulan sampai terdapat kemajuan substansial lebih lanjut menuju tingkat ketenagakerjaan dan inflasi. 

4.Presiden Tiongkok, Xi Jinping mengatakan Hong Kong harus dipimpin oleh “patriot” dalam komentar yang muncul hanya beberapa minggu setelah lebih dari 50 politisi dan aktivis oposisi ditangkap menggunakan undang-undang keamanan nasional baru yang dirancang Beijing. Pemimpin Tiongkok membuat pernyataan dalam konferensi virtual dengan Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam. Dalam beberapa bulan terakhir, otoritas Tiongkok telah mencoba untuk membersihkan aktivis pro-demokrasi dari Dewan Legislatif Hong Kong, memicu kecaman oleh pemerintah asing termasuk AS. 

5.Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.050,0, menguat. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini dibuka turun tipis 0,91% sedangkan Brent turun 0,07%.

6.Diperdagangan Kamis (28/01) pagi ini, Nikkei 225 turun 1,66% sedangkan Kospi dibuka turun 1,93%. Indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones turun, S&P 500 dan Nasdaq turun masing-masing sebesar 0,38 %, 0,65%, dan 0,81%.

“Beragam kondisi tersebut diatas berpotensi jadi katalis pergerakan indeks hari ini,” sebut analis SAM dalam riset yang dirilis Kamis (28/01/2021).

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.