Tahun Depan, Program Kerja Anggaran Kemenkeu Direstrukturisasi Dari 12 Menjadi 5

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Keuangan akan mestrukturisasi penganggaran program pada tahun 2021 dari 12 menjadi 5 program berdasarkan isu atau area.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR di ruang rapat DPR Jakarta, Senin (7/9/2020).

Restrukturisasi program tersebut antara lain kebijakan fiskal, pengelolaan penerimaan negara, pengelolaan belanja negara, pengelolaan perbendaharaan, kekayaan negara, serta risiko dan dukungan manajemen.

"Untuk program kebijakan fiskal yang menjadi fokus untuk tahun 2021 adalah perbaikan iklim kemudahan berusaha atau ease of doing business dan investasi," ujarnya.

Kegiatan strategis lain dalam mewujudkan kebijakan fiskal yang ekspansif konsolidatif yaitu kajian kolaborasi pusat dan daerah, regional climate budget tagging, penerbitan SBSN dengan skema investasi Pemerintah, revisi UU Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD), dan penyelenggaraan WCO Technology Conference 2021.

"Kami berharap bahwa DPR dalam hal ini Komisi XI bisa masukan dalam Prolegnas, revisi Undang-undang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah karena ini adalah untuk makin mensinergikan dan mengharmoniskan dengan perubahan undang-undang tentang Pemerintah Daerah dan konsep desentralisasi fiskal kita yang perlu untuk diperbaiki," ujar Sri Mulyani.

Dalam kesempatan itu, Menkeu juga mengatakan bahwa pada tahun 2021 mendatang, masih akan bergerak beberapa program Pemerintah untuk pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19.

Dalam konteks tersebut, Menkeu menyebut bahwa Kementerian Keuangan harus betul-betul fleksibel melihat dinamika ini, namun tetap menjaga disiplin fiskal.

Ia juga meminta agar Komisi XI DPR sebagai mitra dapat memahami dinamika yang harus dikelola sebagai bendahara negara dimana situasi sangat fleksibel dan berubah tanpa mengorbankan disiplin dan rambu-rambu prudential dari sisi fiscal policy.