Rugi Rp10 Triliun, Dirut Garuda : Kita Akan Maksimalkan Upaya Pemulihan

Foto : istimewa

Pasardana.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatat penurunan kinerja keuangan pada semester I tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Garuda Indonesia kerugian sebesar USD712,73 juta atau sekitar Rp10,34 triliun (kurs Rp14.500 per USD).

Capaian tersebut berbanding terbalik ketimbang periode sama tahun sebelumnya yang membukukan laba bersih sebesar USD24,11 juta atau setara Rp349,59 miliar.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengakui, pandemi covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perseroan.

Akibat adanya pembatasan pergerakan dan penerbangan pada masa pandemi, rata-rata frekuensi penerbangan menurun drastis.   

"Dari yang sebelumnya melayani lebih dari 400 penerbangan per harinya menjadi hanya berkisar di angka 100 penerbangan per hari. Di samping itu, jumlah penumpang juga mengalami penurunan tajam hingga mencapai 90 persen," ujar Irfan dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin, (3/8/2020). 

Meski begitu, Irfan mengatakan, bahwa pihaknya berjanji bakal berupaya semaksimal mungkin agar dapat membalikkan keadaan.

"Kita terus akan memaksimalkan upaya," ujarnya.

Upaya pemulihan kinerja dilakukan secara menyeluruh pada lini bisnis perseroan, meliputi langkah optimalisasi pendapatan penumpang penerbangan berjadwal, layanan kargo udara, hingga penerbangan charter. 

Di samping itu, perseroan turut menjalankan langkah strategis dari aspek pengelolaan biaya, melalui upaya negosiasi biaya sewa pesawat, restrukturisasi hutang, hingga implementasi efisiensi di seluruh lini operasional guna menyelaraskan tren supply & demand di masa pandemi.

"Kendati berada di tengah situasi sulit, Garuda Indonesia optimistis bahwa dengan upaya pemulihan kinerja yang telah dilakukan dan dengan dukungan penuh pemerintah serta soliditas stakeholder penerbangan, perseroan dapat terus bertahan dan kembali bangkit,” tutup Irfan.