Dukung Industri Konten, Anak Usaha NFCX Turut Danai GoPlay

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Ideosource Entertainment, anak perusahaan PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), turut dalam pendanaan independen pertama GoPlay bersama dengan beberapa investor ternama, yaitu; ZWC Partners, Golden Gate Ventures, Openspace Ventures, dan Redbadge Pacific.

GoPlay adalah platform video on-demand Gojek yang menghadirkan konten berkualitas dan telah menjangkau ratusan ribu pengguna ponsel baik di dalam maupun di luar ekosistem Gojek.

Komisaris Utama NFCX, Suryandy Jahja mengatakan, NFCX memiliki bisnis utama yang bergerak di bidang retail dan digital, dimana perseroan selalu berusaha meningkatkan digital customer experience melalui pengembangan teknologi yang didukung oleh konten yang berkualitas.

"Kami akan terus melakukan sinergi yang dapat menghubungkan industri konten dengan retail, sehingga kedua industri ini dapat berkembang semakin luas,” ujar Suryandy Jahja, seperti dilansir dari siaran pers, Selasa (09/6).

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Ideosource Entertainment (IDEO), Andi Boediman mengungkapkan, bahwa pasar konten Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai market value sebesar USD 1 miliar dalam 3 tahun ke depan, yang utamanya berasal dari theatrical release dan streaming.

Menurut Andi, permintaan akan hiburan terutama konten tetap bertambah walaupun dalam keadaan pandemi COVID-19 dimana masyarakat dihimbau untuk tetap di rumah dan melakukan physical distancing.

Para kreator konten sangat terkena dampak dalam menghadapi keadaan ini dikarenakan mereka harus berhenti sejenak dari aktivitas produksinya.

Situasi pandemi ini telah mengubah cara konsumsi masyarakat terhadap produk dan jasa, termasuk di dalamnya terhadap konten.

Oleh sebab itu, salah satu medium penyaluran konten, contohnya GoPlay, telah menarik banyak perhatian masyarakat dikarenakan kemudahan dan kenyamanan untuk menikmati konten yang disediakan oleh platform video on-demand tersebut.

"Hal ini membuktikan bahwa industri konten masih memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat kuat walaupun dalam kondisi terburuk sekalipun," beber Andi.

Lebih lanjut Perseroan menjelaskan bahwa investasi di dunia film cukup beresiko, sehingga sebagai strategi manajemen risiko, IDEO melakukan investasi terhadap 15 film dari beberapa production house sekaligus.

Beberapa film yang didanai meraih kesuksesan seperti Keluarga Cemara dan Gundala yang menembus angka 1,7 juta penonton.

Salah satu fokus investasi yang dilakukan adalah terhadap pengembangan konten berbasis intellectual property (IP).

IP dapat berasal dari lokal seperti Keluarga Cemara maupun internasional seperti Bebas yang mengadaptasi film ‘Sunny’ dari Korea.

Saat ini, IDEO sedang berkolaborasi dengan salah satu anak usahanya, Paragon Pictures untuk mengembangkan dan memproduksi konten dari beberapa IP legendaris Indonesia.

Konsep yang dijalankan oleh IDEO ini telah menarik perhatian NFCX, salah satu emiten Indonesia yang menyediakan berbagai solusi digital consumer engagement bagi mitranya di industri retail digital, untuk melakukan pendanaan di IDEO.

Pendanaan ini bertujuan untuk membentuk sinergi konstruktif antara industri retail, digital dan konten, memperkuat akses distribusi dan meningkatkan strategi product-bundling dan pemasaran digital yang dimiliki. 

Lebih lanjut, Chief Executive Officer (CEO) NFCX, Abraham Theofilus menambahkan, perluasan bisnis ke dalam sektor hiburan, terutama konten, sangat penting untuk meningkatkan customer retention dalam network perseroan.

"Mengikuti jejak perkembangan industri internet di Amerika dan China, kami tidak sabar melihat kerjasama yang akan dibangun oleh salah satu anak usaha kami, IDEO, dengan GoPlay, yang tentunya akan menjadi langkah penting dalam memperkaya lebih dalam lagi platform customer engagement milik NFCX,” ujar Abraham.

Selain Paragon Pictures yang merupakan rumah produksi, IDEO juga memiliki anak usaha agensi pemasaran yaitu Ideoworks dan Cinepoint yang merupakan aplikasi big data dan rating bagi para penonton film di Indonesia.

Investasi dalam konten akan berjalan lebih maksimal dengan adanya sinergi kuat yang dibentuk dalam ekosistem IDEO sehingga dukungan terhadap industri konten dapat dioptimalkan.

Lebih jauh, IDEO kini sedang mempersiapkan Content Fund yang berinvestasi di film dan IP, serta ekosistem yang terkait dengan konten dan distribusinya.

Dengan perluasan ekosistem dan value chain ini, IDEO berkeyakinan dapat terus membentuk kerjasama mutualisme dengan para kreator konten dan pelaku lainnya.

Sekadar informasi, Ideosource Entertainment (IDEO) didirikan pada tahun 2017 dengan fokus bisnis dalam penyaluran investasi ke sektor Film & Media nasional.

Pada periode berikutnya, IDEO telah memperluas sektor bisnisnya ke bidang Produksi Film & Media, Agensi Pemasaran Digital, dan Platform Analisa Film & Media.

Investasi Film dan Media menitikberatkan pada pembiayaan beragam film Indonesia. Model investasi film dibangun dengan kerjasama yang baik dengan para produser ternama nasional.

Adapun, Produksi Film & Media (Paragon Pictures) memiliki fokus untuk menghasilkan film layar lebar dan film seri  untuk digital streaming services.

Di samping memproduksi konten original, perseroan juga mengembangkan IP (hak milik intelektual) dari berbagai medium yang mana telah menarik perhatian banyak penonton lintas generasi.

Agensi Pemasaran Digital (Ideoworks) menawarkan jasa pemasaran digital secara menyeluruh, seperti creative campaigns, performance marketing dan analisa media sosial.

Adapun Ideoworks bekerja sama dengan grup untuk membantu di bidang pemasaran film dan mendapatkan sponsor dari brand.

Sementara Aplikasi Analisa Box Office (Cinepoint) merupakan aplikasi berbasis analisa big data yang memberikan kesempatan kepada penonton untuk memberi penilaian terhadap film yang telah ditayangkan baik di kancah nasional maupun internasional.