Bangun Tol Trans Sumatra, Hutama Karya Masih Butuh Dana PNM Rp51 Triliun

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kontraktor jalan tol Trans Sumatera (JTTS), PT Hutama Karya (Persero) masih membutuhkan sokongan dana dari pemerintah berupa berupa penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp51 triliun.

Dana tersebut dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan 771 kilometer ruas Jalan Tol Trans Sumatra.

Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto mengatakan, perusahaan membutuhkan suntikan dana dari pemerintah berupa penyertaan modal negara (PMN) untuk menyelesaikan ruas tol yang menurut rencana dapat diselesaikan pada akhir 2022,

Menurutnya, proyek jalan tol Trans Sumatra dinilai belum layak (feasible) secara finansial.

“Hutama Karya saat ini sedang menyelesaikan konstruksi pembangunan jalan tol Trans Sumatra sepanjang 771 km dengan kebutuhan PMN Rp51 triliun lagi,” katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (24/6/2020).

Dia menyebutkan, setidaknya di tahun ini  perseroan membutuhkan pendanaan dari pemerintah hingga Rp11 triliun. Pada tahun depan diperkirakan akan lebih besar mencapai Rp15 triliun.

Secara total kebutuhan pendanaan proyek tersebut mencapai Rp476 triliun. Kebutuhan tersebut terdiri dari penyertaan ekuitas Rp 343 triliun dan pinjaman Rp 133 triliun.

Hingga saat ini nilai pendanaan yang sudah terpenuhi baru mencapai Rp 90 triliun, dengan pemenuhan Rp 55 triliun ekuitas dan Rp 35 triliun berupa pinjaman, sehingga kebutuhan total pendanaan ini masih mencapai Rp 386 triliun hingga proyek tersebut rampung.

"Masih memerlukan pendanaan sebesar Rp386 triliun hingga proyek tersebut rampung," imbuh dia.

Adapun pada tahun ini, HK memperoleh alokasi PMN dari pemerintah mencapai Rp 7,5 triliun.

Dana ini akan dialokasikan untuk penyelesaian dua ruas JTTS, yakni ruas SP Indralaya-Muara Enim dengan kebutuhan dana Rp 3,2 triliun dan ruas Pekanbaru-Padang (seksi Pekanbaru-Pangkalan) dengan kebutuhan dana Rp 4,3 triliun.