Bantu Petani Miskin Saat Pandemi, Kementan Siapkan Bansos

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah segera menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada 2,7 juta petani dalam kategori miskin. Bantuan ini diberikan bukan dalam bentuk uang melainkan saran produksi (Saprodi) bagi petani.

"Bantuan bukan dalam bentuk pendanaan tapi saprodi nilainya Rp300 ribu di dalam ada pupuk, bibit, obat-obatan, dan tentu saja program ini mudah dilakukan realistis untuk bisa ditanam dan harus cepat dihasilkan karena ini untuk membantu masyarakat," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo setelah rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Menurut Syahrul, bansos petani ini diberikan untuk membantu perekonomian rumah tangga petani yang terdampak Covid-19. Kemudian bansos ini akan diberikan selama tiga bulan.

Sementara itu, lanjut Syahrul, petani yang berhak menerima bansos ini antara lain petani serabutan, petani berstatus buruh tani, dan petani penggarap. Nantinya, Kementan akan bertanggung jawab terhadap penyaluran bantuan sarana produksi pertanian senilai Rp 300 ribu .

Untuk itu, Kementan bekerjasama dengan Kemendes untuk mendata petani miskin secara detail by name by address yang jumlahnya mencapai 2,7 juta petani.

"Data ini sudah dalam validasi dan disusun berjenjang ke bawah mulai dari kelompok tani lalu ke Komando Strategi Petani (Kostratani) di kecamatan kemudian dilegalisasi dinas-dinas pertanian mewakil bupati dan guberur dan sudah diajukan ke Pak Menko Perekonomian," ujar Syahrul.

Ia berharap, bansos berbentuk sarana produksi pertanian ini mampu mendorong petani secara mandiri menanami pekarangannya dengan tanaman pangan.

Cara-cara ini diharapkan mampu mendukung kehidupan keluarga petani di tengah pandemi Covid-19.

"Juga masuk ke family farming atau tanaman pekarangan di sekitar rumah dan mudah-mudahan ini bisa masuk ke orang-orang yang memang butuh. Misalnya, petani miskin yang selama ini hidup di luar, kemudian kembali ke desa dan ternyata terdampak Covid. Ini semua dalam validasi," pungkasnya.