Mentan Dorong Petani di Subang Manfaatkan Teknologi

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong para petani di Subang, Jawa Barat dapat memamfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pangan butuh talenta kekinian.
 
"Teknologi 4.0 harus kita jalankan untuk anak-anak kita ke depan yang tidak mau bertani dengan cara berlumpur," ujar Syahrul melalui keterangan tertulisnya, Selasa, (17/12/2019).
 
Dalam kesempatan itu, Syahrul mengunjungi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) di Jalan Raya Patok Besi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Ia ingin mesin-mesin canggih dan robot tanam yang telah diciptakan seperti Traktor Aotonomos dan Mesin Drone penebar padi kapasitas 15 kilogram bisa difungsikan maksimal. 

Menurut Syahrul, penggunaan teknologi diharapkan mampu menambah daya gedor Kabupaten Subang untuk terus meningkatkan produksi pertanian di tahun-tahun mendatang. 

"Dengan teknologi saya berharap tidak mendengar adanya penurunan produksi di Kabupaten Subang. Pakailah alat 4.0 yang ada ini dan pakailah benih hebat ini, supaya kita bisa ekspor, kita harus serius mengurus pertanian ini," ungkapnya.

Menurut Syahrul, sektor pertanian memiliki keunggulan yang strategis karena bisa merubah nasib banyak orang menjadi lebih baik. Sektor ini merupakan sektor yang bisa dioptimalkan menjadi lapangan pekerjaan dan bisnis besar-besaran.

"Pertanian itu bicara kepentingan rakyat dan bicara kehidupan orang-orang di sekitar kita. Menyayangi pertanian berarti kalian adalah pahlawan yang menyelamatkan bangsa dan negara. Oleh karenanya mengurus pertanian itu bukan hal yang kecil," katanya. 

Sementara itu, Bupati Subang Ruhimat berjanji akan mempertahankan Kabupaten Subang sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Ia berharap para penyuluh, petani dan pihak lainya bersama-sama membangun gerakan pertanian modern untuk mendukung ketahanan pangan.
 
"Kehadiran Pak menteri Insya Allah memberikan barokah untuk BBPadi dan pertanian di Subang. Saya optimis kehadiran bapak membawa barokah dan optimistis kepada Subang untuk terus menjadi wilayah lumbung padi nasional," kata Rohimat.
 
Adapun pengelolaan padi yang dilakukan BBPadi sudah menggunakan mekanisasi dan teknologi berbasis Internet of Thing (loT), Cyber-physical System, dan Management Information System. Basis teknologi ini masuk pada mesin-mesin Drone, Robot Tanam, Traktor Perahu atau Boat tractor dan Traktor Roda Crawler Otomatis.
 
BBPadi juga telah menerapkan tknologi sheet pipe system untuk mengatur tata air sehingga berjalan efektif dalam mendukung peningkatan hasil gabah terutama pada musim kemarau.

Hasil produksi yang dihasilkan yakni beras merah impara 24, beras jelateng, beras padjadjaran agriran, beras inpari 33, 42 gsr, dan 32 hbd.