Sri Mulyani : Bansos Diperpanjang Hingga Akhir Tahun Tapi Dipotong Jadi Rp300 Ribu

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah akan memperpanjang jangka waktu penyaluran bantuan sosial (bansos) dalam bentuk tunai hingga akhir tahun. 

Namun, besarannya bakal dipotong hingga 50 persen.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam video conference, Senin (18/5/2020) mengatakan, bansos tunai tersebut awalnya hanya diberikan selama tiga bulan atau Juni. Kini diperpanjang menjadi sembilan bulan atau Desember.

Sebagai gantinya, kata Sri Mulyani, pemerintah akan mengurangi besaran bansos tersebut menjadi Rp300.000.

"Jika sebelumnya per bulan Rp600.000 maka turun menjadi Rp300.000, tapi waktu penerimaannya diperpanjang hingga Desember 2020. Jadi bantuan dari Juli hingga Desember 2020," katanya, Senin (18/5/2020).

Perpanjangan program bansos ini sebagai upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat yang rendah karena pandemi virus corona (COVID-19).

Untuk diketahui beberapa bansos yang diberikan pemerintah kepada masyarakat terdampak berupa program keluarga harapan (PKH) yang anggarannya mencapai Rp37,4 triliun, Kartu Sembako dengan anggaran Rp43,6 triliun, pembebasan dan diskon listrik yang anggarannya mencapai Rp61,69 triliun.

Selanjutnya bansos sembako Jabodetabek sebesar Rp6,8 triliun, bansos tunai non-Jabodetabek sebesar Rp32,4 triliun.

Sedangkan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa sebesar Rp31,8 triliun, dan Kartu Pra Kerja sebesar Rp20 triliun.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, program bansos merupakan strategi pemulihan ekonomi dari sisi permintaan.

Dia mengklaim, saat ini sekitar 55 persen masyarakat Indonesia sudah tersentuh bansos atau subsidi listrik.

"Intervensi pemerintah untuk menjaga, menangani dan melakukan pemulihan ekonomi, dari sisi konsumsi perluasan subsidi dan bansos akan kami lakukan, sudah disampaikan selama ini mendekati 55 persen dari penduduk Indonesia," kata dia.