Kata Bulog Terkait Penambahan Anggaran Bansos Pemerintah

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mencairkan anggaran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) senilai Rp16,4 triliun per 15 April 2020.

Dalam hal ini, pemerintah juga telah menambah jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial sembako dari 15,2 juta KPM menjadi 20 juta KPM untuk meningkatkan perlindungan masyarakat dari dampak ekonomi wabah Covid-19.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh mengatakan, sebagai penyalur bantuan beras, penambahan itu tak serta merta membuat Bulog bisa memperluas pasarnya.

Sebab menurutnya, penyaluran bantuan sosial yang saat ini dilakukan menerapkan sistem pasar bebas dan bisa diikuti oleh berbagai perusahaan.

"Bulog selaku operator tetap menjalankan amanah pemerintah. Hanya saja memang, pelaksanaan program bantuan sembako yang sudah dimulai sejak awal 2017 itu, dalam aturannya memang tidak sepenuhnya dijalankan oleh Bulog," kata Tri, di Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Meski demikian, jelasnya, pihaknya tetap optimistis agar perseroan dapat memaksimalkan penyaluran beras pada saat ini.

Dikatakan Tri, sejauh ini penyaluran beras dalam bantuan sembako kepada e-warong telah mencapai 110.000 ton selama periode Januari sampai Maret 2020. Sementara, pada periode sama tahun 2019 hanya mencapai 168.000 ton.

Dengan kata lain, Tri menilai, terdapat kenaikan pasokan penyaluran beras meskipun tak signifikan.

Ia juga menegaskan, Bulog sejauh ini akan tetap melakukan penyerapan gabah dan pengadaan beras sebesar 1,4 juta ton.

Meskipun, saat ini pemerintah tak lagi mengkhususkan Bulog sebagai penyalur tunggal bantuan sembako khususnya beras kepada KPM.  

Selain itu, jelas dia, sejauh ini pun pihaknya telah mendapat permintaan dari pemerintah daerah untuk menyalurkan paket-paket sembako.