BI Genjot Bansos Nontunai

foto : istimewa

Pasardana.id - Bank Indonesia (BI) menilai penyaluran bantuan sosial (bansos) menjadi nontunai dari tunai, sebagai pencapaian pemenuhan prinsip yang tepat.

Tepat yang dimaksud adalah tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat administrasi, dan tepat kualitas.

“Transaksi nontunai diwujudkan BI dalam penyaluran dana bansos menyasar masyarakat kurang mampu," kata Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Pungky P Wibowo di Jakarta, kemarin.

Dengan transaksi nontunai, diharapkan meningkatkan akses keuangan nasional. Selama ini masyarakat kurang mampu dianggapnya kurang memiliki akses sistem keuangan formal.

“Pemerintah menargetkan akses keuangan sebesar 75% pada 2019," ujar Pungky.

Sejumlah program Bansos nontunai, lanjut dia, seperti Program Keluarga Harapan (PKH). Kemudian, Program Indonesia Pintar (PIP) dan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Penyaluran ini menggunakan Kartu Kombo yang diterbitkan oleh empat Bank Himbara, yakni BNI, BRl, Mandiri, dan BTN," jelasnya.

Kartu Kombo juga akan memuat berbagai program bansos lainnya, seperti subsidi LPG. Hal ini sedang dilakukan proyek percontohan di empat kota mulai 1 April 2017 mendatang, yaitu di Bali, Bangka, Batam, dan Lombok, serta akan diperluas pada 1 Juli 2017.

Adapun bansos nontunai akan dilakukan untuk pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam waktu dekat.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Asosiasi perbankan Daerah (Asbanda) akan digandeng menyalurkan BOS dengan cash management system (CMS).

“Aplikasi CMS ini akan diujicobakan pada bulan Maret 2017 melalui tujuh BPD di delapan kota, yaitu Mataram, Semarang, Bandung dan Bogor, Surabaya, Palembang, Samarinda, dan Makassar," tandas Pungky.