Bank Dunia Sokong US$200 Juta Untuk Bansos Pemerintah

foto : istimewa

Pasardana.id - Bank Dunia menilai bantuan sosial (bansos) yang diberikan Pemerintah Indonesia dapat mengurangi kemiskinan dan ketimpangan rakyat. Bahkan, ini dapat berpengaruh bagi masa depan anak-anak.

“Bantuan sosial ini dapat digunakan untuk pemberian layanan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik," kata Rodrigo A. Chaves, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia di Jakarta, belum lama ini.

Sebelumnya, sebanyak US$200 juta telah disetujui Bank Dunia untuk diberikan kepada Pemerintah Indonesia untuk dipakai sebagai bansos.

Bansos ini diberikan secara tunai untuk Program Keluarga Harapan (PKH).

Pembiayaan ini mendukung alokasi anggaran pemerintah sebesar US$5,5 miliar pada lima tahun nanti. Kebijakan ini meningkatkan kapasitas dan system, guna medukung perluasan PKH.

Asal tahu saja, Pemerintah meningkatkan jangkauan program tersebut dari 3,5 juta keluarga pada tahun 2015 menjadi 10 juta atau 15% dari seluruh penduduk pada 2020. Langkah ini diharapkan memenuhi target pemerintah mempercepat penurunan tingkat kemiskinan dan ketimpangan.

“PKH akan menjadi program bantuan tunai bersyarat kedua terbesar di dunia - di belakang Brasil, dari lebih 70 negara yang menerapkan program serupa," ujar Pablo Ariel Acosta, Ekonom Senior Bank Dunia.

Cakupan ini memperluas layanan kesehatan dan gizi bagi semua provinsi. Hal ini dapat menurunkan stunting anak-anak sebesar 3 persentase poin.

"Sepertiga atau hampir 9 juta balita di Indonesia mengalami stunting, dan perluasan PKH berpotensi memainkan peran lebih besar dalam memerangi malnutrisi di Indonesia," kata Changqing Sun, Ekonom Senior Bank Dunia.