Resmi Go Public, PTPW Proyeksi Perolehan Pendapatan Sebesar Rp77 Miliar di Akhir Tahun 2020

foto : dok. IDX

Pasardana.id - Pada Jumat (7/2) pagi, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan Perusahaan Tercatat ke-9 di tahun 2020 yang tercatat di Papan Pengembangan BEI, yaitu; PT Pratama Widya Tbk dengan kode saham PTPW yang bergerak pada sektor Infrastructure, Utilities and Transportation, subsektor Transportation dengan bidang usaha utama jasa pelaksana konstruksi.

Andreas Widhatama, selaku Direktur Utama PT Pratama Widya Tbk, menyatakan, bahwa langkah untuk masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah bagian strategis Perseroan dalam meningkatkan pertumbuhan pendapatan dan tata kelola Perseroan yang lebih baik.

Perseroan telah mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 31 Januari 2020, dan selama masa penawaran umum tanggal 3 – 4 Februari 2020.

“Saham PTPW mendapatkan minat positif dari para investor dan seluruh saham yang ditawarkan dapat diserap dengan baik dengan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 296,37 kali dari jumlah saham yang ditawarkan untuk porsi pooling, jauh melebihi ekpektasi yang diharapkan oleh Perseroan,” jelas Andreas Widhatama seperti dilansir dari siaran pers yang diterima Pasardana.id, Jumat (07/2).

Sementara itu, Cyrilus Winatama selaku Direktur PT Pratama Widya Tbk, menambahkan, bahwa industri konstruksi masih akan bertumbuh dengan baik dalam beberapa tahun ke depan.

Perseroan juga optimis bahwa dengan adanya pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan dapat memberikan angin segar kepada Perseroan khususnya di bidang konstruksi pada umumnya.

Selanjutnya, Perseroan juga optimis ke depannya dapat membagikan dividen kepada investor sebanyak-banyaknya 50% dari laba bersih.

Perseroan memproyeksikan perolehan pendapatan sekitar Rp77 miliar di akhir tahun 2020 dan sekitar Rp95 miliar di akhir tahun 2021.

Selain itu, Perseroan mentargetkan pertumbuhan laba bruto masing-masing sebesar 28% di tahun 2020 dan 24% di tahun 2021 diikuti dengan pertumbuhan laba bersih masing-masing sebesar 20% di tahun 2020 dan 23% di tahun 2021.