Tujuh Emiten yang Tidak Public Expose Terkena Perpanjangan Suspensi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini mengumumkan telah melakukan penghentian sementara (suspensi) kepada tujuh perusahaan tercatat (emiten) yang belum melakukan pembayaran denda pelaksanaan publik expose.

"Sesuai dengan ketentuan bursa V.1 peraturan bursa nomor 1-E terkait dengan public expose, dinyatakan bahwa perusahaan tercatat wajib melakukan public expose tahunan sekurang – kurangnya 1 kali dalam setahun," tulis Adi Pratomo, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 BEI dalam pengumuman, Jumat (21/2).

Bursa menambahkan, mengacu tentang sanksi, dalam hal Perusahaan Tercatat dikenakan sanksi denda oleh Bursa maka denda tersebut wajib disetor ke rekening Bursa selambat-Iambatnya 15 hari kalender terhitung sejak sanksi tersebut dijatuhkan oleh Bursa.

Apabila Perusahaan Tercatat yang bersangkutan tidak membayar denda dalam jangka waktu tersebut di atas maka Bursa dapat melakukan penghentian sementara perdagangan saham emiten tersebut di Pasar Reguler sampai dengan dipenuhinya kewajiban pembayaran biaya pencatatan tahunan dan denda tersebut.

Berdasarkan catatan Bursa Hingga tanggal 20 februari 2020 yang merupakan batas akhir pembayaran denda pelaksanaan Publik expose terdapat 7 perusahaan tercatat yang belum melakukan pembayaran.

Berdasarkan hal tersebut maka Bursa melakukan perpanjangan penghentian sementara sejak sesi I perdagangan efek (suspensi) pada Jumat tanggal 21 Februari untuk 7 perusahaan tersebut antara lain:

1. PT Evergreen invesco Tbk (GREN), perpanjangan suspensi di pasar reguler dan pasar tunai.

2. PT Kertas Basuki rachmat Indonesia (KBRI), penghentian sementara perdagangan efek diseluruh pasar.

3. PT Marga Abhinaya Abadi (MABA), penghentian sementara perdagangan efek diseluruh pasar.

4. PT Akbar Indo Makmur Stimec (AIMS), penghentian sementara perdagangan efek diseluruh pasar.

5. PT Cakra Mineral (CKRA), penghentian sementara perdagangan efek diseluruh pasar.

6. PT Nipress (NIPS), penghentian sementara perdagangan efek diseluruh pasar.

7. PT Triwira Insanlestari (TRIL), penghentian sementara perdagangan efek diseluruh pasar.