Lebih Dua Tahun Dibekukan, Delapan Saham Ini Berpotensi Terdepak Dari Bursa

foto : istimewa

Pasardana.id - Operator pasar modal telah memberi isyarat akan mendepak atau delisting paksa dua emiten, karena telah dua tahun terkena status suspend atau penghentian perdagangan sementara saham dan keberlangsungan usahanya terganggu (going concern).

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (3/7/2017) disebutkan bahwa terdapat sepuluh emiten yang diperpanjang status suspend-nya terhitung sesi I perdagangan hari ini dan delapan diantaranya telah menyandang status suspend tersebut sejak tahun 2014 dan 2015.

Berdasarkan pengamatan Pasardana.id, hanya satu emiten dari delapan emiten tersebut yang masih mencatatkan laba bersih pada akhir 2016 yakni PT Merk Sharp Dohme Pharma Tbk (SCPI) dan PT Inovisi Infracom Tbk (INVS). Namun, sejak laporan laba pada periode kuartal III 2014 hingga laporan keuangan tahunan 2015 dan 2016, emiten telekomunikasi itu belum menyampaikan laporan keuangan.

Sedangkan emiten lainnya, tercatat merugi pada laporan keuangan terakhir yang disampaikan. Enam emiten itu adalah PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP), PT Borneo Lumbung Energi Tbk (BORN), PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), PT Skybee Tbk (SKYB), PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA) dan PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO).

Sebelumnya, Direktur Utama BEI, Tito Sulistio menyebutkan bahwa pihaknya (BEI) telah memanggil tiga emiten yang dimaksud untuk menekankan kepentingan pemegang saham minoritas.

“Kami minta mereka beli saham mereka yang ada di pasar," pinta Tito, beberapa waktu lalu.

Menurut Tito, emiten tersebut mengaku kesulitan memenuhi permintaan tersebut, karena mengalami gangguan keuangan.

“Mereka (emiten) bahkan tidak bisa buat laporan keuangan karena terkendala going concern," ujar dia.

Ditambahkan, tiga emiten tersebut merupakan bagian dari emiten-emiten yang mengalami suspend selama dua tahun belakangan dan berpotensi didepak dari Bursa Efek Indonesia. 

“Umumnya terganggu going concern dan laporan keuangannya," kata dia.