ANALIS MARKET (12/2/2020) : Kemungkinan Rupiah Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.13.680 - Rp.13.700 per USD
Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, Rabu (12/2), terlihat dari hampir semua indeks futuresnya tercatat hijau ditambah sentimen naiknya indeks di hampir semua bursa global semalam dan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini.
Adapun mata uang kuat Asia, yen, HK dolar, dan Sin dolar kompak dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah.
“Kemungkinan rupiah melemah menuju kisaran antara Rp.13.680 - Rp.13.700 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Rabu (12/2/2020).
Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Desember 2019 tercatat 234,1, atau membaik dibandingkan November 2019, namun ada potensi turun menjadi 211,3 pada Januari 2020.
Penurunan terbesar pada komponen Sandang. Kemungkinan penurunan ini karena faktor musiman pasca liburan Natal dan Tahun Baru 2019.
Hanya saja, ekspektasi penjualan untuk 3 bulan mendatang diperkirakan juga turun.
Penurunan ini juga terkonfirmasi dengan turunnya keyakinan konsumen. Ada potensi konsumsi rumah tangga di Q1-2020 akan melambat.
Sementara itu, dari factor eksternal, The Fed Chairman dalam pernyataannya mengatakan, The Fed memonitor wabah Corona di China secara intensif yang bisa membuat gangguan pada ekonomi China dan berimbas secara global.
Namun, The Fed Chairman mensinyalkan suku bunga The Fed saat ini cukup mendukung ekonomi AS.

