ANALIS MARKET (01/12/2020) : IHSG Memiliki Peluang Bergerak Melemah Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan hari Senin, 30/11/2020 kemarin, IHSG ditutup melemah 170 poin atau 2.96% menjadi 5.612. Sektor infrastruktur, aneka industri, keuangan, industri konsumsi, perdagangan, property, pertambangan bergerak negatif dan menjadi kontributor terbesar pada penurunan IHSG kemarin. Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar 2.6 triliun rupiah.

Adapun cerita hari ini akan kita awali dari;

1.SEBUAH KESAKSIAN, ANTARA DUKA DAN HARAPAN

Pada akhirnya, kesaksian Om Powell dan Mnuchin akan menjadi sebuah gambaran baru mengenai situasi dan kondisi perekonomian yang terjadi di Amerika pada saat ini. Mereka berdua akan menyampaikan kesaksian kepada senator terkait dengan situasi dan kondisi perekonomian yang dimana Powell meminta program pinjaman dipertahankan lebih lama, namun Mnuchin mengatakan bahwa dana tersebut lebih baik digunakan untuk belanja di tempat lain. Powell menyampaikan bahwa betapa pentingnya program pinjaman yang diberikan kepada masyarakat selama masa pandemic wabah virus corona ini terjadi. Disisi lain, Mnuchin juga mengatakan bahwa penarikan dana tersebut merupakan salah satu hal yang sudah ditentukan oleh Undang Undang Cares Act. 5 dari 9 program pinjaman akan dihentikan oleh Mnuchin seperti yang sudah kami sampaikan dalam research yang lalu. Dan dana dari program yang sudah di hentikan tersebut diminta untuk dikembalikan oleh Mnuchin, agar Mnuchin dapat menaruh uang tersebut di pos belanja yang lain. Padahal program program tersebut berfungsi untuk menjaga aliran kredit kepada masyarakat dan swasta. Dan Powell telah mendorong program pinjaman tersebut kepada tingkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mnuchin tidak mau kalah pemirsa, dirinya mengatakan bahwa dana yang akan ditariknya sebesar $455 miliar akan digunakan untuk tujuan yang lain, meskipun The Fed sudah mengatakan bahwa program tersebut dibutuhkan untuk menjaga fase pemulihan perekonomian yang saat ini tengah berjalan di Amerika agar proses tersebut dapat berjalan dengan baik dan tuntas. Mnuchin menyampaikan bahwa pemerintahannya siap untuk mendukung congress dalam mendorong setiap usaha dari masyarakat Amerika untuk berjuang melawan wabah virus corona. Program The Fed yang akan dihentikan beberapa diantaranya adalah pembelian obligasi korporasi, menyediakan pembiayaan terhadap usaha kecil dan menengah, serta memberikan uang bantuan kepada pemerintah bagian dan daerah. Powell mengatakan bahwa program ini menyiapkan pendanaan hingga $2 triliun, namun pada dasarnya penggunaan tidak sebesar itu. Dan yang paling penting, program tersebut menunjukkan kepada pasar bahwa The Fed hadir di pasar untuk menjaga pasar, memberikan keyakinan dan kepercayaan dengan menghadirkan stabilitas perekonomian. Powell mengatakan bahwa prospek perekonomian masih sangat tidak pasti dan sangat bergantung terhadap vaksin saat ini yang dimana dapat mengendalikan penyebaran virus. Meningkatnya kasus wabah virus corona di dunia, membuat situasi dan kondisi perekonomian menjadi semakin mengkhawatirkan akan menganggu prospek pemulihan ekonomi yang sedang berjalan. Pemulihan ekonomi tidak akan pernah terjadi apabila masyarakat tidak merasakan dirinya aman untuk menjalankan aktivitas perekonomian atau kegiatan. Powell menyambut baik kehadiran vaksin yang saat ini berada di pasar, karena ini merupakan sentiment yang sangat positif untuk jangka menengah, namun tantangan dan ketidakpastian masih ada kedepannya, termasuk durasi waktu dalam melakukan produksi dan melakukan distribusi hingga vaksinasi. Namun yang paling terpenting adalah apakah obat tersebut cocok untuk semua masyarakat yang ada didunia? Sejauh ini masih sulit untuk menilai dalam rentang waktu dan dampaknya terhadap perekonomian terkait dengan perkembangan vaksin yang terjadi saat ini dalam tingkat kepercayaan apapun. Namun yang menenangkan dari kata-kata Om Powell adalah dirinya melalui The Fed menunjukkan bahwa The Fed siap untuk menggunakan semua alat kebijakannya selain program pinjaman dan likuiditas, The Fed juga memangkas tingkat suku bunga hingga mendekati nol ditambah lagi dengan pembelian obligasi sebesar $120 miliar / bulan. Program pinjaman diambil, The Fed masih memiliki 4 program lagi yang diharapkan dapat menopang pasar kedepannya. Kisah The Fed dan Menteri Keuangan belum usai, kita sudah harus menerima kabar yang kurang baik juga dari IMF yang kembali memberikan peringatan terhadap pertumbuhan ekonomi Eropa dalam kurun beberapa bulan mendatang yang diperkirakan perekonomian Eropa akan menjadi lebih lemah dari perkiraan. IMF sangat mendorong adanya tambahan stimulus baik dalam bentuk fiscal dan moneter untuk menjaga perekonomian di Eropa. Sejauh ini IMF mengatakan bahwa proses pemulihan ekonomi yang terjadi di 19 negara di Eropa berpotensi terancam karena adanya gelombang kedua penyebaran virus corona yang sedang berlangsung yang di tambah dengan adanya lockdown yang membuat menurunnya mobilitas dan merusak kepercayaan terhadap ekspektasi dan harapan. Kenaikkan perekonomian pada kuartal ke 3, mungkin akan menjadi penurunan pada kuartal ke 4 karena ternyata proses pemulihan yang masih belum sepenuhnya sempurna. Krisis kesehatan yang panjang ditambah dengan pemulihan yang lebih lambat akan membuat situasi dan kondisi keuangan akan menjadi lebih ketat dan rapuh khususnya sector swasta dan masyarakat, yang mana hal tersebut ditambah dengan meningkatnya kesenjangan kemiskinan saat ini. Secara keseluruhan, luka ini akan menjadi sebuah tanda bahwa perekonomian Eropa sedang tidak dalam keadaan baik yang justru memberikan indikasi bahwa situasi dan kondisi yang sulit akan kita hadapi kedepannya. Dana stimulus dalam bentuk fiskal yang belum diberikan oleh Eropa sebesar 750 miliar euro atau $900 yang belum diberikan, harus segera diberikan karena kalau tidak, mau tidak mau Bank Sentral Eropa harus kembali menopang dengan memberikan stimulus terbaru. Tidak hanya itu saja, memperluas pembelian asset mungkin saja akan menjadi salah satu alternative pilihan ditambah dengan TLTRO atau Targeted Longer-Term Refinancing Operations serta di tambah dengan penurunan tingkat suku bunga deposito. Well, balik lagi, baik Amerika dan Eropa, semua mengatakan bahwa vaksin mungkin akan memberikan harapan sebagai langkah awal pemulihan perekonomian meskipun saat ini belum dapat hadir di pasar. Oleh sebab itu lah Moderna mulai meminta izin setelah Pfizer untuk memberikan penggunaan darurat karena data terbaru Moderna memberikan informasi bahwa efektivitas vaksin tersebut sudah melebihi dari 94% dalam mencegah Covid 19. Ini akan menjadi kabar baik, karena vaksin dapat segar hadir meskipun prosesnya membutuhkan waktu.

2.SEBUAH SURVEY

Bank Indonesia melaporkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV November 2020 menunjukkan adanya perkembangan harga pada bulan November 2020 mengalami inflasi sebesar 0,25% MoM. Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi November 2020 secara tahun kalender sebesar 1,21% YTD dan secara tahunan sebesar 1,57% YoY. Berdasarkan informasi dari Kepala Departemen Komunikasi BI, Penyumbang utama inflasi yaitu daging ayam ras sebesar 0,10% MoM, telur ayam ras sebesar 0,05% MoM, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,02% MoM, serta tomat, bawang putih, dan jeruk masing-masing sebesar 0,01% MoM. Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi berasal dari komoditas emas perhiasan sebesar -0,02% MoM dan tarif angkutan udara sebesar -0,01% MoM. Bank Indonesia memperkirakan laju inflasi tahunan pada 2020 akan berada di kisaran 2-4%. Namun dengan hasil survei ini, laju inflasi tahunan memiliki peluang lebar berada di bawah kisaran sasaran Bank Indonesia yaitu di sekitar 3%. Kami melihat pelonggaran PSBB jilid II dapat berdampak pada kenaikan dari inflasi yang didorong oleh kenaikan harga komoditas pangan.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak melemah terbatas dan ditradingkan pada level 5.521 – 5.656,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Selasa (01/12/2020).