PT Pos Telah Salurkan Rp21,5 Triliun Dana BST Ke Masyarakat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pemerintah melalui PT Pos Indonesia sebagai penyalur Program Bantuan Sosial Tunai (BST) telah menyalurkan bantuan tunai ke 9 juta kepala keluarga penerima manfaat di 34 Provinsi di Indonesia.

Program ini sudah dimulai sejak April 2020 lalu sebagai bentuk penanganan di masa pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, berdasarkan dari data pihaknya, hingga tanggal 6 lalu tercatat dana bantuan sosial tunai yang telah disalurkan oleh PT Pos Indonesia mencapai Rp21,5 triliun.

Adapun upaya penyaluran dilakukan dengan mengerahkan 16 ribu personel untuk menjangkau masyarakat yang terdampak pandemi covid-19 di 483 kota, 514 kabupaten, 7.094 kecamatan, dan 83.447 desa di 33 provinsi.

"Alhamdulillah dengan jumlah yang masif tersebut kita sampai tanggal 6 tercapai 96,79%. Itu dana yang kita salurkan Rp21,5 triliun," kata Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi, dalam dalam diskusi virtual Bantuan Sosial Tunai Dukung Masyarakat saat Pandemi, Jakarta, Senin (26/10/2020).

Penyaluran tersebut tidak mencapai 100% karena ada data-data yang masih belum diperbaharui sehingga dana bantuan tidak dapat sampai ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Biasanya hal ini disebabkan oleh KPM yang sudah meninggal atau sudah pindah rumah.

Jika hambatan seperti ini terjadi, PT Pos Indonesia akan mengembalikkan dana bantuan tersebut ke Kemensos dan menunggu data baru agar pada periode berikutnya dana itu bisa diberikan kepada KPM.

Penyaluran dana ini dilakukan oleh PT Pos Indonesia dengan beberapa cara yang disesuaikan dengan kebutuhan para KPM.

"Mereka kita berikan undangan sesuai dengan daftar dari kementerian sosial, (lalu) mereka datang ke kantor pos dan di kantor pos sudah kita atur protokol kesehatan," ujar dia.

Ada juga cara khusus yang dilakukan oleh PT Pos Indonesia untuk menyalurkan dana BST kepada pada KPM yang memiliki situasi khusus, seperti KPM yang disabilitas, sakit keras, atau lansia yang sudah sepuh.

Cara tersebut adalah dengan mengantarkan dana tersebut langsung ke para KPM dengan situasi khusus, sehingga KPM tidak perlu datang ke Kantor Pos atau ke Komunitas.

"Khusus daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) karena kesulitan transportasi, kita akan salurkan dananya tiga bulan sekali secara langsung. Sementara bagi daerah yang bukan 3T akan diberikan satu bulan sekali," tutup Faizal.