Pefindo Revisi Peringkat Utang WSKT dari 'Stabil' Jadi 'Negatif'

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyatakan peringkat “idA-” kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), untuk Obligasi Berkelanjutan I tahun 2015, Obligasi Berkelanjutan II tahun 2016, Obligasi Berkelanjutan II tahun 2017 Seri B, dan Obligasi Berkelanjutan IV tahun 2019 yang belum diterbitkan oleh Perusahaan.

Selain itu, Pefindo juga menegaskan peringkat “idA-” untuk Obligasi Berkelanjutan II tahun 2017 Seri A senilai Rp747 miliar yang akan jatuh tempo pada 21 Februari 2020. WSKT akan menggunakan kas internal yang bersumber dari piutang Perusahaan untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo tersebut.

Melansir siaran pers Pefindo yang dirilis Selasa (14/1), disebutkan bahwa, prospek untuk peringkat Perusahaan direvisi menjadi “negatif” dari “stabil” untuk mengantisipasi pelemahan lebih lanjut pada struktur permodalan dan proteksi arus kas Perusahaan.

Asal tahu saja, leverage keuangan WSKT, yang diukur dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA, naik menjadi 14,8x di sembilan bulan pertama 2019 (9M2019), sementara rasio interest coverage turun menjadi 1,6x.

“Selain akibat investasi yang agresif di jalan tol, kami memahami bahwa peningkatan signifikan atas utang juga merupakan hasil dari progres proyek-proyek turnkey dan piutang dari LMAN. Pembayaran tepat waktu atas piutang ini dan divestasi jalan tol yang sukses, memungkinkan WSKT untuk menurunkan leverage keuangan dan meningkatkan profil kredit,” ungkap pernyataan Pefindo.

Lebih lanjut Pefindo menyebutkan, peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar Perusahaan yang kuat di industri konstruksi domestik, marjin keuntungan yang baik karena segmen proyek yang beragam, dan keuntungan sebagai perusahaan konstruksi milik Negara.

Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh tingginya leverage keuangan Perusahaan, lingkungan bisnis yang cukup fluktuatif pada industri konstruksi, dan risiko yang berkaitan dengan ekspansi agresif Perusahaan di bisnis jalan tol dan rencana divestasi.

“Peringkat dapat diturunkan jika rasio leverage dan interest coverage WSKT masing-masing tetap berada di atas 10,0x dan di bawah 1,0x, selama 12-18 bulan ke depan dengan kemungkinan terbatas untuk deleveraging. Prospek dapat di revisi menjadi stabil, jika WSKT memperbaiki leverage dan interest coverage ke tingkat yang kami pandang setara dengan peringkat idA- secara berkelanjutan,” demikian pernyataan Pefindo.

Untuk diketahui, pada kuartal IV-2019, WSKT telah menerima Rp21 triliun dari pembayaran turnkey, termasuk Rp10,3 triliun dari PT Hutama Karya (Persero) terkait dengan proyek jalan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang (bagian dari Trans Sumatra).

Selain itu, WSKT telah menerima total senilai Rp1,7 triliun dari divestasi sahamnya di dua jalan tol minoritas di Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono-Kediri.

WSKT juga telah menerima pengembalian dana talangan tanah sebesar Rp4 triliun pada kuartal IV-2019.