Sepanjang 2019, Total Emisi Obligasi dan Sukuk Tercatat di BEI Tembus Rp60 Triliun

foto: istimewa

Pasardana.id - Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah 54 Emisi dari 37 Emiten senilai Rp60,10 triliun. Jumlah itu bertambah seiring pencatatan emisi obligasi terbaru dari empat emiten.

Mengutip keterangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/7/2019), salah satunya adalah Obligasi Berkelanjutan I Bank QNB Indonesia Tahap I Tahun 2019  yang diterbitkan oleh PT Bank QNB Indonesia Tbk.

Obligasi Berkelanjutan I Bank QNB Indonesia Tahap I Tahun 2019 yang dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp100 miliar dan jangka waktu 3 tahun.

Ada juga Obligasi Berkelanjutan I Waskita Beton Precast Tahap I Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Waskita Beton Precast Tbk. Obligasi Berkelanjutan I Waskita Beton Precast Tahap I Tahun 2019 (WSBP01CN1) dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp500 miliar dan jangka waktu 3 tahun.

Selain itu Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Bank UOB Indonesia. Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank UOB Indonesia Tahap I Tahun 2019 dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp100 miliar dan jangka waktu 7 tahun.      

Adapun satu emisi lainnya yakni Obligasi Berkelanjutan III Mandala Multifinance Tahap II Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Mandala Multifinance Tbk.

Obligasi Berkelanjutan III Mandala Multifinance Tahap II Tahun 2019 yang dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp321 miliar terdiri dari Seri A dengan nilai nominal Rp271 miliar jangka waktu 370 hari dan Seri B dengan nilai nominal Rp50 miliar jangka waktu 3 tahun.

Dengan pencatatan empat emisi itu maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 399 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp432,13 triliun dan US$47,5 juta, diterbitkan oleh 118 Emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 101 seri dengan nilai nominal Rp2.547,69 triliun dan US$400 juta serta EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp8,80 triliun.