ANALIS MARKET (05/7/2019) : Kemungkinan Rupiah Menguat Menuju Kisaran Antara Rp.14.120 - Rp.14.130 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, sebagian besar indeks future di bursa Asia tercatat bervariasi dengan kecenderungan turun hari ini, Jumat (05/7/2019), kendati ada sentimen positif dari naiknya indeks di bursa global  Eropa tetapi harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.

Adapun mata uang kuat Asia, HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah.

“Kemungkinan rupiah menguat menuju kisaran antara Rp.14.120 - Rp.14.130 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Ekonom/Kepala Riset dalam riset yang dirilis Jumat (05/7/2019). 

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti efek turunnya GWM yang diakui perbankan menambah likuiditas. Turunnya GWM bisa membuat bank menjaga LDR yang sudah maksimum saat ini yaitu 92% tetapi mempunyai kemampuan menjaga LCR yang meningkat.

Bank tidak perlu meubah RBB dan bisa menjaga pertumbuhan kredit  dan DPK untuk tahun 2019 tetap di kisaran antara 12%-14%.

Pelonggaran likuiditas juga terlihat di pergerakan suku bunga JIBOR 1 minggu yang turun 0,03 bps dalam dua hari lelang terakhir ini. 

Sementara dari eksternal, Otoritas China membantah tuduhan Presiden Trump yang mengatakan China melakukan manipulasi mata uangnya.

Kementrian Keuangan AS dalam laporannya kepada Kongres menyebutkan ada 9 negara termasuk China dan Uni Eropa yang mempunyai kriteria manipulator mata uang.

Di tengah tekanan kenaikan tarif, AS mencatat defisit neraca perdagangan yang melebar terutama dengan China.