Indikator Likuiditas LPS: Penaikkan BI-7DRRR Berakhir, Bunga Simpanan Peaking Out

foto: istimewa

Pasardana.id - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 21 Maret 2019 memutuskan untuk kembali mempertahankan BI 7-day reverse repo rate di level 6%.

Langkah ini merupakan upaya konsisten BI untuk memperkuat stabilitas eksternal perekonomian, khususnya untuk mengendalikan defisit neraca berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik.

Merespon kebijakan BI tersebut, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyampaikan, kenaikan BI 7-day reverse repo rate di tahun 2019 berpotensi berakhir.

“Terutama seiring arah Fed rate yang menjadi lebih dovish serta tekanan pada nilai tukar rupiah yang mulai mereda,” tulis LPS dalam laporan Indikator Likuiditas, Rabu (24/4/2019).

Kendati demikian, LPS memperkirakan, arah kebijakan moneter diperkirakan masih tightening bias dan belum terindikasi melonggar dalam waktu dekat di tengah masih adanya risiko volatilitas di pasar keuangan dan risiko persistensi defisit neraca berjalan.

Lebih lanjut, suku bunga antar bank (JIBOR) diperkirakan juga akan stabil, dipengaruhi oleh dinamika kondisi likuiditas antar bank dalam penyaluran kredit serta recovery pertumbuhan di sisi simpanan.

Di sisi lain, rata-rata bunga deposito rupiah (rata-rata bergerak 22 hari) pada bank benchmark LPS mencapai 6,17% pada akhir Maret 2019, turun 1 bps dari posisi akhir Februari.

Sebaliknya, suku bunga minimum stabil di level 5,03% dan suku bunga maksimal turun 4 bps ke posisi 7,30%. Sementara,bunga deposito valas pada periode yang sama cenderung naik secara terbatas.

“Tren kenaikan bunga simpanan terpantau sudah melandai dan menunjukkan kecenderungan peaking out,” tambah LPS.

LPS pun memperkirakan, tren kenaikan lanjutan pada bunga simpanan diperkirakan telah berakhir seiring berakhirnya kenaikan bunga acuan. Kenaikan terbatas diperkirakan lebih bersifat penyesuaian dan berpotensi turun sehingga mengurangi tekanan kompetisi antar bank.

Signal penurunan mulai terpantau pada beberapa bank khususnya untuk special rate, sejalan dengan upaya bank untuk menjaga level margin agak tidak turun lebih jauh.

Di sisi lain,bunga simpanan valas akan lebih stabil, mempertimbangkan LIBOR yang tidak banyak menunjukkan kenaikan serta kondisi nilai tukar yang lebih stabil.