LPS: Bunga Simpanan Bank Berpotensi Naik

foto: istimewa

Pasardana.id - Rata-rata bunga deposito rupiah bank benchmark Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada akhir Juli 2018 mencapai 5,61%, naik 13 bps dari posisi akhir Juni. Hal yang sama terjadi pada rata-rata bunga minimum yang juga naik 7 bps ke 4,76%.

Sementara, bunga deposito valas pada periode yang sama juga meningkat, untuk rata-rata naik 10 bps, maksimal 14 bps, dan minimum naik 6 bps. Kenaikan bunga simpanan terjadi secara gradual di semua kelompok bank, namun dominan dipengaruhi pergerakan suku bunga di kelompok BUKU 3 dan 4.

Melalui Indikator Likuiditas LPS yang dirilis hari ini (Kamis, 16/8/2018), outlook tren bunga simpanan perbankan ke depan masih terbuka untuk mengalami peningkatan mengingat perbankan masih dalam proses penyesuaian atas kenaikan suku bunga kebijakan moneter dan tingkat bunga penjaminan.

Di sisi lain, suku bunga simpanan valas diperkirakan juga akan ikut mengalami kenaikan di tengah masih adanya gap antara suku bunga simpanan onshore dan offshore. Kenaikan bunga simpanan akan diikuti pula oleh kenaikan bunga kredit secara bertahap dan selektif, menyesuaikan dengan kondisi individual bank.

BI 7 Days RR Rate

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia tanggal 19 Juli 2018 memutuskan untuk mempertahankan 7-day reverse repo rate di level 5,25%. Keputusan ini konsisten dengan upaya BI untuk mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi sehingga dapat menjaga stabilitas, khususnya nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, pelonggaran kebijakan makroprudensial diyakini dapat meningkatkan fleksibilitas manajemen likuiditas dan intermediasi bank untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurut LPS, meski BI mempertahankan suku bunga pada Juli lalu, potensi kenaikan lanjutan cukup terbuka. Belum stabilnya pasar keuangan, khususnya nilai tukar, dan rencana kenaikan lanjutan Fed rate pada bulan September akan mendorong kembali naiknya tingkat bunga dalam rangka stabilisasi dan mempertahankan daya saing pasar keuangan domestik.

Langkah BI di atas akan mendorong kenaikan bunga bank, termasuk JIBOR yang juga sudah naik akibat