ANALIS MARKET (15/4/2019) : IHSG Berpotensi Melemah dan Ditradingkan Pada Level 6.393 - 6.420

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, beberapa berita global masih mewarnai pekan ini.

Diawali dari berita Bank Sentral China yang akan mempertahankan sikap kebijakan moneternya dan menjaga Yuan agar sejalan dengan fundamentalnya karena akan digunakan sebagai alat fiskal untuk memacu pertumbuhan.

Perekonomian China secara umum dapat dikatakan stabil. PBOC akan membuka sector keuangan dan akan meningkatkan persaingan antar Perusahaan local dan Joint Venture untuk memperkuat industry keuangan.

PBOC juga akan mengejar kebijakan fiscal proaktif dengan intensitas yang lebih besar dan meningkatkan kinerjanya dengan focus kepada pemotongan pajak dan biaya dalam skala yang lebih besar.

“Kami masih melihat adanya potensi GDP China yang mulai kembali melambat, sehingga berpotensi akan menjadi yang terlemah sejak 1990,” jelas analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Senin (15/4/2019).

Beralih dari sana, tampaknya akan ada Konfrensi Tingkat Tinggi yang ketiga kalinya antara Amerika dengan Korea Utara.

Hal ini diawali dari Pemimpin Korea Utara yag mengatakan bahwa Kim bersedia untuk bertemu selama Amerika menawarkan persyaratan yang dapat diterima di akhir tahun.

Hal ini pun disambut positif oleh Trump yang mengatakan bahwa pertemuan ketiga akan menjadi sesuatu yang bagus karena Saya dan Kim lebih memahami dimana posisi kita masing masing berdiri.

Trump juga mengatakan bahwa Ia akan menanti hari dimana Senjata Nuklir dan Sanksi Korea Utara dapat dihapus, sehingga Ia dapat menyaksikan Korea Utara menjadi salah satu Negara paling sukses di dunia.

Tampaknya pernyataan Kim menginginkan negosiasi yang gagal kemarin dapat dilakukan kembali.

Tentu hal ini dapat disambut positif oleh dunia karena ada proses perdamaian yang kembali terus berjalan.

Disamping itu berita kembali datang dari pertemuan antara Amerika dan China di sela sela Spring Meeting IMF kemarin. Ada komitmen yang dibuat oleh Amerika dan China terkait dengan komitmen apabila dari kedua Negara tersebut tidak menjalankan kesepakatan.

Steven mengatakan bahwa Ia berharap bahwa mekanisme penegakan bekerja dua arah dan saling menghormati komitmen tersebut.

Dibawah Pakta yang sedang dibahas, kedua Negara tersebut akan membentuk kantor penegakan hukum sebagai bentuk komitmen dan kepatuhan kedua negara tersebut.

Sementara dari dalam negeri, mengawali pekan ini beberapa data penting terkait fundamental dalam negeri dijadwalkan akan rilis pada pagi ini.

Menurut consensus yang dihimpun oleh tradingeconomics neraca perdagangan diproyeksikan deficit sebesar $ 0.18 bill dari sebelumnya surplus $ 0.33 bill.

Lebih lanjut analis Pilarmas menilai, “Terlepas dari tekanan ekspor dan massifnya impor, kami melihat minggu ini dapat menjadi tekanan bagi indeks yang cukup kuat. Terlebih pada minggu ini akan diadakan pemilihan presiden yang menjadi sebuah penantian pasar dari jauh – jauh hari. Kami juga melihat adanya potensi perdagangan dapat lebih sepi dikarenakan adanya beberapa hari libur yang terdapat dalam pekan ini.”

Ditambahkan, “Secara teknikal, kami melihat saat ini IHSG berpotensi melemah dan ditradingkan pada level 6.393-6.420. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan IHSG bisa berbalik arah secara sentimen, dan apabila IHSG menguat diawal pekan ini tentu akan menjadi awal positif menjelang pemilu nanti.”

“Data ekonomi China yang mengembirakan tentu meredakan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Hal inilah yang mengangkat saham di Amerika Jumat (12/4) lalu. S&P 500 naik 1% dan mencapai tertinggi baru sepanjang masa. Earnings season di Amerika akan terus berlanjut, Citigroup, Bank of Amerika, Blackrock, Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan lainnya mungkin akan terus memberikan kejutan,” jelas analis Pilarmas.