ANALIS MARKET (15/3/2019) : IHSG Diprediksi Masih Memiliki Ruang Menguat dan Diperdagangkan Pada Rentang Harga 6.356 - 6.439

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, keterbatasan pergerakan indeks hari ini akan datang dari sentiment domestic yang akan cukup mendominasi pergerakan pasar modal hari ini, Jumat (15/3/2019).

Keluarnya data Export dan Import serta Trade balance akan menjadi sesuatu yang ditunggu oleh para pelaku pasar dan investor, mengingat 2 bulan sebelumnya tatkala hasilnya tidak sesuatu harapan, IHSG langsung mengalami pelemahan.

Estimasi kami, trade balance masih akan mengalami deficit meskipun tidak separah bulan sebelumnya. Kebijakan kenaikkan tarif pajak impor juga sudah mulai menunjukkan sesuatu yang positif.

Sementara dari eksternal, kelanjutan sinetron perang dagang masih terus berlanjut. Pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi pada akhir Maret nanti mungkin tidak akan terjadi. Waktu yang memungkinkan berikutnya adalah pada awal atau akhir April bulan depan nanti.

Keduanya mengklaim ada kemajuan yang signifikan pada pembicaraan kedua belah pihak.

China meminta kunjungan Kenegaraan yang lebih resmi dibandingkan datang ke Amerika hanya untuk menandatangani perjanjian tersebut.

Dalam pertemuan antara Steven Mnuchin dan Robert Lighthizer dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He, mereka menyampaikan bahwa perjanjian yang lebih benar dan sesuai seperti yang diinginkan kedua negara itu lebih penting daripada perjanjian yang dikejar oleh waktu.

Saat ini jarak sejumlah masalah antara kedua negara terus mengecil, diharapkan bahwa perundingan ini dapat berakhir dengan baik tahun ini.

Beralih kepada “drama Korea” yaitu Brexit, Theresa May pada akhirnya memenangkan dukungan politisi Inggris untuk berusaha menunda Brexit.

May menawarkan anggota Parlemen pilihan antara mendukung kesepakatannya dan menunda Brexit dalam waktu yang singkat atau terjebak dalam perpanjangan yang panjang dengan ketentuan yang ditetapkan oleh blok.

May juga menyampaikan bahwa Ia berjanji kepada anggota perlemen bahwa jika kesepakatannya tidak disetujui hingga minggu depan, maka May akan memberi Parlemen kesempatan untuk mengambil alih pada 25 Maret pekan depan nanti.

Penundaan Brexit pun didukung oleh Uni Eropa yang telah menyarankan untuk memperpanjang kepergian Inggris hingga akhir Mei, meskipun Uni Eropa tidak memberikan tambahan mengenai lebih lanjut diperlukan alasan yang tepat dari Inggris untuk menunda proses Brexit tersebut.

Analis Pilarmas menilai, bahwa proses pertemuan antara Amerika dan China, serta Brexit masih dalam arus permainan yang belum menunjukkan arah yang jelas.

Ketika sentiment global pada akhirnya menjadi basi, maka sentiment yang akan mempengaruhi pergerakan pasar dalam negeri adalah sentiment makro ekonomi, yang dimana sejauh ini situasi dan kondisi makro ekonomi kita masih kurang baik.

Tidak hanya itu saja, industri China mengalami perlambatan pertumbuhan produksinya dimana dalam rilisnya data pertumbuhan produksi industri China mengalami penurunan dari sebelumnya 5,7% menjadi 5,3%.

Penurunan pertumbuhan tersebut menjadi level terendah selama 17 tahun terakhir.

Hal ini tentu akan menambah tekanan pergerakan IHSG hari ini yang sedang memiliki ruang untuk mengalami penguatan.

Morgan Stanley dalam catatannya kemarin menyampaikan bahwa, ada potensi Bank Sentral Indonesia akan melonggarkan kebijakan moneter pada kuartal ketiga tahun ini yang diakibatkan oleh penundaan normalisasi kebijakan The Fed, inflasi yang rendah, dan Current Account Deficit yang mengecil.

Menurut Morgan Stanley Current Account Deficit akan berada di 2.6% di tahun ini. Potensi penurunan tingkat suku bunga ini juga sesuai prediksi kami apabila hingga semester 1 tahun ini The Fed tidak menaikkan tingkat suku bunganya, ada kemungkinan Bank Sentral Indonesia akan memangkas tingkat suku bunga 7D RRnya. Sesuatu yang patut kita nantikan kedepannya.

“Secara teknikal, kami memproyeksikan IHSG memiliki ruang menguat dan di perdagangkan pada rentang harga 6.356-6.439 untuk perdagangan hari ini,” jelas analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Jumat (15/3/2019).