Pemerintah Bakal Permudah Perizinan Ekspor Ikan Hias

Foto : istimewa

Pasardana.id - Asisten Deputi Sumber Daya Hayati Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Suparman Sirait memastikan akan memangkas seluruh perizinan ekspor yang mengganggu para pengusaha ikan hias di Indonesia.

Pernyataan tersebut sekaligus menanggapi adanya keluhan dari pengusaha ikan terkait perizinan yang tumpang tindih.

"Nah ini kan sedang kami teliti semua kalau dia di pasal-pasalnya antar undang-undang itu ternyata saling tumpang tindih atau menyulitkan pelaku-pelaku usaha ya itu akan kami sederhanakan," kata dia saat ditemui di ICE BSD, Tanggerang, Minggu, (1/12/2019).

Penyederhanaan izin itu nantinya akan masuk ke dalam Omnibus Law. Sebab, semua yang menyangkut dengan aturan terkait undang-undang akan dipangkas melalui Omnibus Law, kecuali aturan yang menyangkut dengan peraturan menteri

"Ini sedang kami cek semua. Baik Undang-Undang aturan pemerintah dan menteri. Itu di biro hukum," katanya.

Dia menambahkan, penyederhanaan itu nantinya akan mengarah agar tidak melakukan eksploitasi yang mengakibatkan kerusakan alam.

"Kalau dia seperti budidaya tangkap, kan itu gak merusak alam tapi dibudidayakan. Itu kan bisa disederhanakan gitu. Kalau yang menyangkut ikan tangkap dari alam itu dilindungi. Nanti kami lihat sejauh mana aturan-aturan itu," tandasnya.

Kedepannya, Suparman mengatakan pada 2020, pemerintah menargetkan ekspor perikanan senilai US$6,1 miliar.

"Ikan hias diharapkan dapat menyumbang sekitar 6-10% dari total nilai ekspor tersebut," ujarnya.

Suparman menyebut perdagangan ikan hias pada 2018 sekitar US$314 juta. Oleh karena itu pemerintah berharap Indonesia bisa menyumbang kontribusi lebih besar lagi dari potensi yang ada.