ANALIS MARKET (19/12/2019) : Rupiah Berpotensi Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.13.990 - Rp.14.000 per USD
Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat naik, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, Kamis (19/12), terbantu dengan sentimen harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini.
Adapun mata uang kuat Asia, yen HK dolar, dan Sin dolar kompak dibuka melemah terhadap US dolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini.
“Rupiah berpotensi melemah menuju kisaran antara Rp.13.990 - Rp.14.000 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Kamis (19/12/2019).
Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal realisasi penerimaan pajak dalam rangka impor sampai November 2019 mencapai Rp.209,58 triliun, turun 6,7% yoy.
Penurunan ini mengkonfirmasi data BPS bulan November 2019 yang mencatat penurunan impor 9,2% yoy karena turunnya harga impor yang cukup tajam walaupun volume impornya naik.
Turunnya pajak impor ini juga sebagai indikasi turunnya kegiatan usaha di dalam negeri terlihat dari turunnya impor bahan baku dan penolong yang menyumbang sekitar 74% dari total impor.
Sementara dari faktor eksternal, harga minyak mentah naik karena laporan EIA menyebutkan inventori/stok minyak mentah AS pada minggu yang berakhir 13 Desember lalu turun.
Selain penurunan stok tersebut, naiknya harga minyak mentah juga dipicu oleh ekspektasi membaiknya permintaan minyak dunia dengan kesepakatan dagang AS-China.

