Hanya Capai Rp1,46 Triliun, Penjualan Green Sukuk Ritel ST006 Tak Capai Target

foto: istimewa

Pasardana.id - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) atas nama Menteri Keuangan menetapkan hasil penjualan Green Sukuk Ritel seri ST006.

Mengutip data DJPPR, Selasa (26/11/2019), total volume pemesanan pembelian ST006 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp1,46 triliun atau lebih rendah dari target Rp2 triliun.

Meski begitu, ST006 berhasil merangkul jumlah investor sebanyak 7.735 orang. ST006 ini mulai ditawarkan pada 1-21 November 2019 dengan tingkat imbalan 6,75% (floating with floor) dengan tanggal setelmen 28 November 2019.

Penerbitan ST006 ini bekerjasama dengan 23 Mitra Distribusi yang terdiri dari 3 Bank Umum Syariah, 12 Bank Umum, 3 Perusahaan Efek, 3 Perusahaan Efek Khusus dan 2 Perusahaan Financial Technology.

Berbeda dari penerbitan ST seri sebelumnya, ST006 ini diterbitkan dengan format Green, seluruh hasil penerbitan untuk pembiayaan proyek-proyek yang ramah lingkungan baik refinancing maupun new financing.

ST006 merupakan penerbitan Green Sukuk Ritel pertama sekaligus menunjukkan komitmen dan kontribusi Pemerintah dalam mengembangkan pasar keuangan Syariah dan sekaligus  mengatasi perubahan iklim.

Green Sukuk Ritel ini juga merupakan kelanjutan dari penerbitan Global Sovereign Green Sukuk yang diterbitkan Pemerintah tahun 2018 dan 2019.

Bahkan Global Green Sukuk Indonesia telah mendapatkan 7 penghargaan Internasional dari berbagai institusi sebagai The First World Global Green Sukuk.

Untuk Penerbitan Green Sukuk, Pemerintah telah memiliki Green Framework berstandar Internasional yang telah di-review oleh reviewer independen yaitu CICERO dari Norwegia.

Setelah penerbitan Green Sukuk, Pemerintah wajib membuat annual impact report yang berisi perhitungan berapa kontribusi dari pembiayaan Green Project ini terhadap penurunan emisi karbon.

Laporan pertama telah diaudit oleh international independent auditor KPMG dan telah dipublikasikan pada bulan Februari 2019. 

Kali ini proyek-proyek hijau yang dibiayai dari hasil penerbitan Green Sukuk Ritel seri ST006 berada di Kementerian Perhubungan (Layanan Bandar Udara, Kenavigasian, dan Pelabuhan), dan Kementerian PUPR (Embung, Jaringan Irigasi, dan Unit Air Baku).